4 Bahaya 'Overthinking' untuk Kesehatan Anda, Bisa Gangguan Jantung

AKURAT.CO Pasti banyak dari kita yang tidak bisa tidur di malam hari karena memikirkan berbagai hal meski belum terjadi.
Jika hal tersebut sering terjadi, Anda mungkin termasuk dalam kategori orang yang overthinking .
Overthinking atau berpikir berlebihan biasanya dapat mengganggu kualitas hidup seseorang apalagi tidak memberikan solusi apapun terhadap masalah yang mengganggu pikiran tersebut.
Ketika Anda terlalu banyak berpikir, terutama hal-hal negatif, itu hanya akan membuat Anda depresi dan dapat menyebabkan serangan kecemasan.
Sebagaimana dikutip mStar, Psikolog Natacha Duke mengatakan bahwa terlalu banyak berpikir bisa menjadi gejala depresi atau kecemasan.
Umumnya, ini terkait dengan kondisi yang disebut gangguan kecemasan umum (GAD).
"Seseorang dapat menderita GAD karena genetika atau faktor pribadi seperti ketidakmampuan untuk mentolerir kepastian dalam hidup," katanya.
Mereka yang menderita GAD biasanya akan merasakan beberapa gejala berikut ini;
1. Kekhawatiran berlebihan tentang beberapa hal setidaknya selama enam bulan.
2. Kesulitan mengendalikan perasaan cemas yang dapat mengganggu kemampuan berfungsi.
1. Efek pada otak
Stres cenderung memiliki efek mendalam pada organ. Hormon kortisol dapat merusak dan membunuh sel-sel otak di hipokampus yang merupakan komponen utama otak manusia.
Terlalu banyak berpikir juga dapat mengubah fungsi otak dengan mengubah struktur dan aktivitasnya. Para peneliti di University of California juga menjelaskan bahwa stres kronis menyebabkan masalah mental seperti kecemasan dan gangguan emosional.
2. Masalah pencernaan
Overthinking dapat menyebabkan stres yang dapat mempengaruhi sistem pencernaan. Stres menyebabkan masalah pencernaan seperti radang usus, sindrom infeksi usus, gastritis dan sebagainya.
3. Masalah jantung
Terlalu banyak memikirkan dan mengkhawatirkan masalah dan hal-hal yang belum terjadi dapat membahayakan kesehatan jantung seperti detak jantung yang cepat, nyeri dada dan sebagainya.
4. Masalah kulit
Kecemasan, depresi, stres dan overthinking secara terus menerus dapat mempengaruhi kesehatan kulit seperti psoriasis, dermatitis atopik, pruritus, alopecia, areata dan dermatitis seboroik.
Hal ini disebabkan terjadinya peradangan pada tubuh selain sistem kulit yang saling berhubungan cukup kompleks seperti endokrin dan sistem imun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang



