Apple Watch Kini Bisa Kasih Tahu Kesiapan Tubuh

AKURAT.CO Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4 membawa fitur baru bernama Readiness yang memberikan skor kesiapan tubuh setiap hari. Fitur ini menganalisis aktivitas, tanda vital, dan data tidur untuk menghasilkan skor 0 hingga 10.
Hasilnya kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi seperti Pulihkan Diri, Pelan-Pelan, Siap, atau Lanjutkan. Dengan cara tersebut, pengguna dapat memperoleh gambaran mengenai kapasitas tubuh untuk menjalani aktivitas pada hari tersebut.
Apple juga meningkatkan sistem sensor kesehatan pada generasi terbaru Apple Watch, termasuk pengukuran detak jantung yang lebih sering dan pemantauan HRV. Fitur Readiness ditujukan sebagai informasi kebugaran umum dan bukan pengganti penilaian medis.
Cara Kerja Skor Readiness
Dalam halaman resminya, Apple menjelaskan Readiness menggunakan data aktivitas terbaru, tanda vital, dan skor tidur untuk menghasilkan nilai antara 0 dan 10.
Apple Watch kemudian memberikan rekomendasi berdasarkan skor tersebut. Dalam dokumentasi Apple, skor 8–10 masuk kategori Lanjutkan, 5–7 Siap, 2–4 Pelan-Pelan, sedangkan 0–1 masuk Pulihkan Diri.
Skor dapat berubah sepanjang hari ketika data baru masuk. Misalnya, olahraga berat atau perubahan tanda vital dapat memengaruhi hasil Readiness.
Apple juga menjelaskan bahwa fitur ini memperlihatkan faktor yang memengaruhi skor sehingga pengguna dapat melihat informasi lebih detail.
Sensor Baru Ukur Detak Jantung Lebih Sering
Apple Watch Series 12 dan Ultra 4 menggunakan Health Sensing System baru dengan sensor optik dan elektrik untuk memantau detak jantung serta HRV.
Detak jantung dapat diukur setiap lima detik sepanjang hari. Sementara itu, HRV dapat diukur hingga setiap lima menit atau 24 kali lebih sering dibandingkan sebelumnya.
Data tersebut kemudian digunakan bersama informasi aktivitas dan tidur untuk memberikan gambaran kesiapan harian.
Namun, Apple menegaskan bahwa Readiness merupakan fitur kebugaran umum. Skor tersebut tidak memperhitungkan seluruh faktor kesehatan, seperti kondisi medis atau obat yang sedang dikonsumsi, sehingga tidak boleh dijadikan satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah seseorang aman berolahraga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Tiga Laga Menanti di Grup A
- 9Demokrat Usulkan Dapil Nasional di RUU Pemilu
- 10Prabowo Pantau Penanganan Karhutla, Sebanyak 209,78 Hektare Masih Proses Pemadaman





