AKURAT.CO Banyak orang memiliki kebiasaan menggunakan handphone (HP) sebelum tidur tanpa menyadari dampaknya terhadap kesehatan. Padahal, kebiasaan ini bisa mengganggu kualitas tidur dan menurunkan produktivitas keesokan harinya.
Penggunaan ponsel di tempat tidur juga berisiko memicu gangguan fisik, seperti luka bakar akibat baterai yang terlalu panas. Selain itu, interaksi aktif dengan layar bisa membuat otak terus terjaga dan sulit untuk beristirahat.
Agar tidur lebih nyenyak, penting membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur. Berikut tiga alasan penting mengapa Anda sebaiknya tidak menggunakan ponsel sebelum tidur:
1. Mengganggu kualitas tidur
Cahaya biru dari layar ponsel terbukti bisa menekan produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Hal ini dapat mengganggu ritme sirkadian dan membuat Anda sulit tidur.
Kurang tidur yang cukup dan berkualitas dapat menurunkan produktivitas. Kondisi ini juga bisa meningkatkan tingkat stres keesokan harinya.
2. Risiko luka bakar dan kebakaran
Meski jarang terjadi, ponsel yang dibiarkan menyala atau dicas di tempat tidur dapat memicu risiko kebakaran. Ledakan akibat baterai panas juga bisa menyebabkan cedera serius.
3. Merangsang otak dan menyulitkan tidur
Bukan hanya karena cahaya biru, konten dan interaksi aktif dari ponsel juga dapat membuat otak tetap terjaga. Aktivitas seperti scrolling media sosial atau bermain game bisa memicu kewaspadaan dan membuat Anda sulit tertidur.
Dikutip dari Health News, Kamis (15/5/2025), berikut tips agar tidur lebih nyenyak:
- Gunakan lampu redup di malam hari.
- Buat rutinitas tidur yang konsisten.
- Jadikan kamar tidur sebagai zona bebas layar.
- Aktifkan mode 'jangan ganggu' di ponsel.
- Gantikan ponsel dengan kegiatan santai seperti membaca atau mendengarkan musik.
- Kurangi waktu layar secara keseluruhan, termasuk saat makan.
Cobalah untuk membatasi pemakaian perangkat setidaknya satu jam sebelum tidur dan ubah kamar tidur menjadi tempat yang nyaman tanpa gangguan digital.
Jika gangguan tidur terus berlangsung, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu









