Penyebab Daging Kurban Sering Lebih Alot Dibandingkan yang Dijual di Pasar

AKURAT.CO Usai Hari Raya Iduladha kerap muncul perbincangan soal daging hewan kurban yang keras saat sudah diolah, dibandingkan dengan yang ada di pasaran.
Banyak yang mempertanyakan apa sebenarnya penyebab perbedaan tekstur daging ini.
Apakah ada perlakuan khusus pada daging di pasar atau ada faktor lainnya?
Baca Juga: 10+ Olahan Daging Kurban Idul Adha 2025 yang Lezat dan Cocok untuk Santapan Keluarga
Tingkat Stres Hewan
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kealotan daging adalah tingkat stres hewan kurban saat atau sebelum disembelih.
Hewan yang mengalami stres tinggi, misalnya karena penanganan yang kasar atau transportasi melelahkan, dapat mengalami perubahan kondisi secara signifikan.
Berbeda dengan hewan ternak di rumah potong hewan (RPH) yang pada umumnya melalui proses minimalisir stres.
Mereka sering kali diistirahatkan dan diberi makan secukupnya sebelum disembelih, yang berpengaruh pada kualitas daging lebih baik.
Baca Juga: Cara Mengolah Daging Kurban Agar Empuk Sempurna, Dijamin Tidak Alot!
Penanganan Daging Setelah Penyembelihan
Faktor krusial lainnya adalah proses penyimpanan. Daging yang baru disembelih umumnya memiliki tekstur yang sangat kaku, fenomena ini disebut sebagai rigor mortis.
Untuk mendapatkan tekstur yang empuk, daging perlu disimpan pada suhu dan kelembaban tertentu selama periode waktu tertentu.
Di RPH komersial, proses penyimpanan terdapat standar operasional.
Daging biasanya disimpan di dalam pendingin selama beberapa jam hingga beberapa hari sebelum dipasarkan.
Berbeda dengan daging kurban yang langsung dibagikan kepada masyarakat tanpa melalui proses penyimpanan memadai.
Inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa daging kurban terasa lebih alot.
Baca Juga: 5 Resep Olahan Daging Kurban Tanpa Santan: Sehat, Lezat, dan Mudah Dibuat!
Tips Mengatasi Daging Kurban Alot
Beberapa cara untuk mengatasi daging kurban agar tetap nikmat disantap:
1. Marinasi
Gunakan bahan-bahan seperti nanas atau air kelapa muda yang mengandung enzim proteolitik alami untuk memecah serat daging.
2. Teknik memasak
Pilih teknik memasak yang melibatkan panas lambat dan lembap, seperti direbus, dikukus atau dimasak dengan metode slow cooker untuk melunakkan daging.
3. Potongan daging
Potong daging arah melawan serat agar lebih mudah dikunyah.
Memahami alasan di balik daging kurban menjadi alot tidak hanya menambah wawasan kita, tetapi juga membantu mengolahnya dengan lebih baik.
Dengan penanganan tepat, daging kurban yang penuh berkah tetap bisa menjadi hidangan lezat bagi keluarga.
Baca Juga: Toko Daging Nusantara ke-15 Dibuka! PT SNJ Perluas Jangkauan Pasar
Laporan: Varadilla Oktavia/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 5Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara








