Punya Tekad Bisnis Kuat, Getuk Jimi Berhasil Jadi Produk Makanan Khas Bogor

AKURAT.CO Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) getuk saat ini berhasil menjadi salah satu makanan khas Bogor.
Salah satu getuk yang cukup ternama dan banyak diminati di Desa Hambalang, Bogor, adalah Getuk Jimi.
Usaha getuk yang dirintis sejak 2019 tersebut saat ini sudah menjadi makanan yang banyak diminati masyarakat Bogor, terkhusus Desa Hambalang.
Makanan berbahan dasar singkong dan dilumuri toping tersebut disajikan tanpa pengawet, sehingga hanya mampu bertahan dua sampai tiga hari.
Baca Juga: Penerapan Pancasila yang Komprehensif Jadi Kunci Kuatnya Keberagaman
Pendiri Getuk Jimi, M. Hadi Wijaya atau yang biasa disapa Jimi, mengungkapkan, usaha getuk yang dirintisnya tersebut merupakan salah satu bentuk kerja keras dirinya untuk bertahan hidup.
"Saya ini orangnya suka mikir keras. Saya sebelum bisnis getuk juga saya sempat kerja di Rumah Makan Padang, saya sempat ngojek, sempat kerja di pabrik otomotif juga. Semuanya saya jadikan tempat belajar," jelasnya, saat berbincang dengan Akurat.co, Kamis (22/8/2024).
Selain itu, menurut Jimi, bisnis getuknya sempat mengalami kendala tidak balik modal, terutama pada saat pandemi Covid-19.
Namun, karena kegigihan, Jimi mencari alternatif agar usahanya tetap berjalan.
Baca Juga: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Ingatkan DPR untuk Dengarkan Aspirasi Rakyat
Makanan yang kini menjadi khas daerah Hambalang ini awalnya diproduksi di rumah pribadi Jimi yang berada di kawasan RW 03.
"Dulu sempat pernah enggak balik modal, akhirnya cari cara biar tetep berjalan. Kita ganti boksnya, bukan boks kemasan yang didesain-desain lagi, tapi yang sederhana saja, dipakai stiker, terus buka sistem PO," katanya.
Di samping kegigihannya dalam menjalankan bisnis, Jimi juga mengutamakan kebersihan dalam pengolahan getuk.
Ia memastikan bahwa segala jenis peralatan dan kebutuhan pembuatan getuk dapat dijamin kebersihannya.
Baca Juga: Korupsi Tol MBZ, Kejagung Periksa 3 Mantan Petinggi Waskita Karya untuk Tersangka Dono Parwoto
"Di sini alat-alat dan bahan-bahan sebisa mungkin untuk tetap dijaga kebersihannya, seperti sarung tangan selalu saya ganti. Mesin juga pasti saya jamin kebersihaannya," katanya.
Jimi menambahkan bahwa dirinya sangat antusias dengan segala bentuk pelatihan yang dapat bermanfaat untuk peningkatan usahanya.
"Saya juga waktu itu sempat mengikuti pelatihan kemasan biar menarik, logo dan juga sosial media. Saya senang kalau belajar, ikut-ikut pelatihan karena bisa menjadi peluang untuk saya lebih sukses lagi," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








