Akurat Logo

AS Dapat Akses Militer Lebih Luas di Greenland, Trump Umumkan Rencana Eksplorasi Minyak

Fitra Iskandar | 14 Oktober 2026, 15:54 WIB
AS Dapat Akses Militer Lebih Luas di Greenland, Trump Umumkan Rencana Eksplorasi Minyak
Trump umumkan rencana eksplorasi minyak di Greenland

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan Greenland memiliki posisi strategis yang sangat penting bagi keamanan AS dan Eropa. Di tengah rencana memperluas kehadiran militer Amerika di kawasan Arktik, Trump juga mengumumkan persiapan eksplorasi minyak, gas, dan mineral di pulau yang selama ini menjadi perhatian Washington tersebut.

Trump menyebut Greenland sebagai wilayah yang tidak tertandingi dalam mendukung pertahanan Amerika Serikat dan Eropa. Dalam unggahan di platform Truth Social pada Rabu, 14 Oktober 2026, ia mengatakan setiap serangan terhadap AS pada masa mendatang kemungkinan harus melewati wilayah Arktik tersebut.

Menurut Trump, posisi Greenland memungkinkan militer Amerika mendeteksi dan menghadapi berbagai ancaman, mulai dari pesawat nirawak atau drone hingga rudal dan jenis senjata lainnya. Pernyataan itu memperlihatkan pentingnya Greenland dalam strategi pertahanan AS, terutama untuk menghadapi potensi ancaman dari arah Kutub Utara.

Namun, perhatian Trump terhadap Greenland tidak hanya berkaitan dengan kepentingan militer. Presiden AS itu juga menyatakan eksplorasi minyak, gas, dan mineral dalam skala besar di Greenland sedang dipersiapkan, meski belum merinci bentuk keterlibatan perusahaan atau pemerintah Amerika dalam kegiatan tersebut.

Trump Siapkan Perluasan Pangkalan Militer AS di Greenland

Rencana peningkatan kehadiran militer AS di Greenland mendapat landasan melalui kesepakatan keamanan yang ditandatangani Trump bersama pemimpin Denmark dan Greenland pada September 2026, di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Kesepakatan tersebut muncul setelah Trump berulang kali menyampaikan keinginannya mengambil alih Greenland dari Denmark. Ia beralasan penguasaan wilayah itu diperlukan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat, bahkan sebelumnya tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan.

Meski demikian, kesepakatan yang dicapai tidak memberikan Greenland kepada Amerika Serikat. Wilayah tersebut tetap berada dalam Kerajaan Denmark dengan status pemerintahan mandiri, sementara Washington memperoleh ruang untuk memperluas aktivitas pertahanannya.

Berdasarkan dokumen yang dibagikan Kementerian Luar Negeri Denmark, Amerika Serikat diizinkan memodernisasi dan memperluas fasilitas militer yang sudah beroperasi di Pituffik Space Base. AS juga dapat membangun kawasan pertahanan baru di Narsarsuaq dan Mestersvig.

Kesepakatan itu turut memberikan akses dan keleluasaan pergerakan militer Amerika di kawasan pertahanan tersebut, termasuk melalui wilayah darat, udara, dan laut teritorial Greenland.

Pesawat militer AS juga diizinkan terbang melintasi serta mendarat di berbagai wilayah pulau tersebut sesuai ketentuan dalam perjanjian.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyambut kesepakatan itu karena dinilai memperkuat keamanan bersama di kawasan Arktik dan Atlantik Utara. Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan perjanjian tersebut memberikan manfaat bagi semua pihak.

Sumber: Euronews

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.