Akurat Logo

Serangan Udara Tewaskan 72 Penambang Emas Sudan, Mesir Dituding Terlibat

Fitra Iskandar | 12 Oktober 2026, 09:36 WIB
Serangan Udara Tewaskan 72 Penambang Emas Sudan, Mesir Dituding Terlibat
Tambang emas Hamama - The Northen Miner

AKURAT.CO Sedikitnya 72 pekerja tambang emas tewas akibat serangan udara di kawasan perbatasan Sudan-Mesir pada Sabtu. Kelompok hak asasi manusia Sudan, Emergency Lawyers, menuding Angkatan Udara Mesir berada di balik serangan di Jabal al-Uqaydat tersebut. Namun, tuduhan itu belum dapat diverifikasi secara independen dan pemerintah Mesir belum memberikan komentar resmi.

Serangan udara terhadap tambang emas di perbatasan Sudan-Mesir itu terjadi ketika ribuan orang dilaporkan bekerja di lokasi pertambangan informal yang berada di kawasan pegunungan terpencil. Sejumlah penyintas menggambarkan kepanikan saat pesawat menyerang lokasi tersebut, sementara jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses pendataan dan verifikasi terus berlangsung.

Emergency Lawyers menyebutkan, berdasarkan informasi awal, sedikitnya 72 penambang emas sipil tewas dalam serangan tersebut. Insiden ini menjadi serangan kedua yang dilaporkan terjadi di Jabal al-Uqaydat sepanjang tahun ini, setelah serangan udara pada Juni yang dilaporkan menewaskan 23 pekerja tambang emas di kawasan yang sama.

Penyintas Ceritakan Detik-Detik Serangan Udara

Salah seorang penambang, Abdelaziz Youssef, mengatakan sebuah pesawat jet terlihat melintas di atas lokasi tambang sekitar pukul 08.00 waktu setempat pada Sabtu. Menurut kesaksiannya kepada AFP, pesawat tersebut kemudian melancarkan lima kali serangan.

"Pesawat itu menyerang lima kali, banyak orang tewas," kata Youssef.

Ia menuturkan, para pekerja berlarian ke arah pegunungan karena takut serangan susulan kembali terjadi. Dalam pelarian tersebut, ia melihat situasi kacau dan korban berjatuhan di sekitar lokasi tambang.

Penyintas lainnya, Sharaf Ali, mengatakan ribuan orang berada di kawasan pertambangan ketika serangan udara terjadi. Setelah ledakan, para pekerja berpencar ke berbagai arah sehingga jumlah korban sulit dipastikan.

Sebagian orang menuju Pasar Al-Ansary, sementara lainnya melarikan diri ke arah berbeda. Ali menyampaikan kesaksiannya dari pasar emas yang terletak di sebelah selatan kawasan Segitiga Hala'ib.

Kedua penyintas mengatakan mereka melihat jenazah di tanah ketika melarikan diri. Sejumlah korban lainnya dikhawatirkan masih tertimbun reruntuhan di lokasi tambang yang jauh dari pusat permukiman.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.