Akurat Logo

Pemilu Israel 27 Oktober: Eisenkot Unggul atas Netanyahu, Ini Peta Kekuatan di Parlemen

Fitra Iskandar | 12 Oktober 2026, 08:22 WIB
Pemilu Israel 27 Oktober: Eisenkot Unggul atas Netanyahu, Ini Peta Kekuatan di Parlemen
Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Gadi Eisenkot unggul atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam survei terbaru menjelang pemilu Israel 27 Oktober - Aljazeera

AKURAT.CO Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Gadi Eisenkot unggul atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam survei terbaru menjelang pemilu Israel 27 Oktober mendatang. Survei yang dirilis lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Minggu menunjukkan Eisenkot memperoleh dukungan 43 persen responden sebagai sosok yang lebih layak menjadi perdana menteri, sedangkan Netanyahu meraih 38 persen.

Meski demikian, persaingan pemilu Israel tidak hanya ditentukan oleh tingkat dukungan terhadap kandidat perdana menteri. Survei tersebut juga menunjukkan blok politik Netanyahu belum mencapai mayoritas kursi di parlemen Israel atau Knesset untuk membentuk pemerintahan. Koalisi Netanyahu diproyeksikan memperoleh 53 kursi, masih kurang delapan kursi dari ambang mayoritas 61 kursi di parlemen yang memiliki total 120 anggota.

Partai Yashar yang dipimpin Eisenkot diperkirakan meraih 22 kursi, sementara Partai Likud pimpinan Netanyahu memperoleh 20 kursi. Angka tersebut menempatkan kedua partai sebagai kekuatan utama dalam persaingan politik Israel menjelang pemilu, meskipun hasil survei memperlihatkan belum ada blok yang diproyeksikan mampu mengamankan mayoritas pemerintahan secara mandiri.

Koalisi Netanyahu Masih Kekurangan Delapan Kursi

Berdasarkan survei KAN, blok politik Netanyahu memperoleh 53 kursi, naik dua kursi dibandingkan survei pekan sebelumnya. Namun, tambahan tersebut belum cukup untuk mencapai ambang 61 kursi yang diperlukan guna membentuk pemerintahan.

Sementara itu, blok yang dipimpin Eisenkot diproyeksikan memperoleh 50 kursi. Sebanyak 17 kursi lainnya diperkirakan jatuh kepada partai-partai yang dalam survei dikategorikan berada di luar kedua blok politik tersebut.

Komposisi ini memperlihatkan bahwa pembentukan pemerintahan Israel setelah pemilu berpotensi bergantung pada kemampuan partai-partai untuk menjalin kesepakatan koalisi. Hasil akhir akan ditentukan oleh perolehan suara dan proses pembentukan dukungan politik setelah pemungutan suara.

Partai Sekutu Netanyahu dan Kekuatan Politik Lain

Di dalam blok Netanyahu, Partai Jewish Power yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir diproyeksikan memperoleh sembilan kursi. Sementara itu, United Torah Judaism diperkirakan meraih delapan kursi dan Shas memperoleh tujuh kursi.

Aliansi Religious Zionism–Zehut diproyeksikan mengamankan lima kursi. Di luar blok tersebut, Amcha Yisrael yang dipimpin mantan brigadir jenderal Ofer Winter diperkirakan meraih empat kursi. Partai itu berhasil melewati ambang batas elektoral dalam survei terbaru setelah gagal mencapainya pada survei sebelumnya.

Untuk partai-partai Arab, survei memproyeksikan total 13 kursi. Rinciannya, delapan kursi untuk Joint List dan lima kursi untuk United Arab List atau Ra’am yang dipimpin Mansour Abbas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.