Akurat Logo

Jepang Tersinggung Berat, China Cuma Sebut Nama Sanae Takaichi Tanpa Gelar Perdana Menteri

Fitra Iskandar | 8 Oktober 2026, 09:00 WIB
Jepang Tersinggung Berat, China Cuma Sebut Nama Sanae Takaichi Tanpa Gelar Perdana Menteri
Sanae Takaichi - Economist

AKURAT.CO Toshihiro Kitamura, sekretaris pers Kementerian Luar Negeri Jepang secara resmi menyampaikan protes kepada China setelah Beijing menyebut nama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tanpa menyebut jabatannya.

Menurut sumber diplomatik di Beijing yang memahami hubungan bilateral, dilaporkan bahwa Toshihiro Kitamura, sekretaris pers Kementerian Luar Negeri Jepang, menyampaikan pernyataan dalam taklimat pers rutin sehari sebelumnya (7 Oktober 2026).

Ia mengatakan, "Meskipun terdapat perbedaan posisi, menunjukkan rasa hormat yang pantas kepada pemimpin suatu negara adalah hal yang wajar menurut protokol internasional." Ia menambahkan bahwa pemerintah Jepang telah menyampaikan sikap ini kepada pihak Tiongkok.

Sebelumnya, pada tanggal 30 September, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menyebut nama Perdana Menteri saja, yaitu "Sanae Takaichi", dalam taklimat pers rutin, tanpa menggunakan gelar resmi seperti "Perdana Menteri."

Mengingat Kementerian Luar Negeri Tiongkok sebelumnya pernah menggunakan gelar seperti "Perdana Menteri Jepang" atau "Perdana Menteri Takaichi," muncul spekulasi bahwa penghilangan gelar kehormatan tersebut dilakukan secara sengaja.

Interpretasi ini semakin menguat mengingat hubungan Tiongkok-Jepang telah memburuk setelah Perdana Menteri Takaichi mengisyaratkan kemungkinan "intervensi jika terjadi situasi darurat di Taiwan" dalam sidang parlemen pada tanggal 6 November tahun lalu.

Hal ini dapat ditafsirkan sebagai cara tidak langsung Beijing untuk menunjukkan ketidaksenangannya terhadap Tokyo. Bagaimanapun, hubungan bilateral tampaknya sulit untuk keluar dari kebuntuan yang seolah tak dapat diperbaiki itu dalam waktu dekat menyusul insiden ini.

Sumber: Asia Today

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.