Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil dan Bayi, PBB Ungkap Risiko Kelahiran Prematur

AKURAT.CO Panas Ekstrem akibat perubahan iklim semakin meningkatkan risiko bagi ibu hamil dan bayi yang baru lahir. Kepala iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Simon Stiell akan memperingatkan bahwa suhu yang terus meningkat kini menjadi ancaman serius terhadap kehamilan dan proses persalinan.
Peringatan tersebut akan disampaikan Stiell dalam pertemuan pre-COP31 di Nadi, Fiji, Senin. Ia akan merujuk pada survei baru yang menunjukkan lebih dari dua pertiga tenaga kesehatan di lima benua pernah melihat komplikasi yang mereka kaitkan dengan panas ekstrem dalam lima tahun terakhir.
"Kenaikan suhu berarti meningkatnya bahaya selama kehamilan," kata Stiell dalam pernyataan yang telah disiapkan untuk pertemuan tersebut.
Menurut Stiell, paparan panas ekstrem akibat perubahan iklim selama kehamilan semakin dikaitkan dengan kelahiran prematur, bayi lahir mati, berat badan lahir rendah, serta komplikasi pada ibu.
Panas Ekstrem Picu Risiko Serius Saat Kehamilan
Stiell mengatakan dampak perubahan iklim terhadap kehamilan telah menjadi salah satu titik rawan baru dalam krisis iklim global.
Ia memperingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menyebabkan penderitaan yang lebih besar, terutama bagi masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Para ilmuwan sebelumnya telah memperingatkan bahwa perubahan iklim membuat cuaca ekstrem semakin intens. Kondisi tersebut juga menyebabkan rekor suhu panas lebih sering terpecahkan di berbagai wilayah dunia.
Analisis AFP berdasarkan data observatorium iklim Uni Eropa, Copernicus, menunjukkan sekitar 33 negara, mulai dari Eropa Barat hingga kawasan Sahel dan Amerika Tengah, mencatat Juli terpanas sepanjang sejarah pencatatan pada tahun ini.
Dokter dan Bidan Melihat Dampak Panas pada Ibu dan Bayi
Survei yang menjadi dasar peringatan tersebut melibatkan sekitar 1.000 bidan dan dokter di Inggris, Australia, India, Brazil, dan Zimbabwe.
Survei tersebut dilakukan atas permintaan Wellcome, sebuah yayasan amal yang bergerak di bidang kesehatan dan penelitian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







