Kenapa Orang Ghana Dimakamkan dalam Peti Berbentuk Ikan, Gitar hingga Mobil?

AKURAT.CO Di Ghana, peti mati bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir. Bagi sebagian masyarakat Ga, bentuk peti mati dapat menggambarkan profesi, kehidupan, hingga impian orang yang telah meninggal.
Seorang guru yang mengabdikan hampir separuh hidupnya untuk dunia pendidikan, Samuel Commey Tetteh, dimakamkan dalam peti mati berbentuk kotak pensil.
Sementara itu, Frederick Teiko Ofori, yang semasa hidup dikenal gemar bermain gitar, dimakamkan dalam peti mati berbentuk gitar.
Tradisi peti mati unik Ghana ini dikenal sebagai fantasy coffins atau peti mati fantasi. Bentuknya dibuat secara khusus untuk menggambarkan kehidupan dan pekerjaan orang yang meninggal.
Nelayan dapat dimakamkan dalam peti berbentuk ikan berukuran besar. Petani bisa menggunakan peti berbentuk buah kakao, sedangkan pengemudi dimakamkan dalam peti berbentuk mobil kayu.
Ada pula peti berbentuk sepatu untuk pembuat sepatu hingga botol bir raksasa untuk pemilik bar.
Peti Mati sebagai Penghormatan kepada Orang yang Meninggal
Tradisi tersebut berkembang di kalangan masyarakat Ga, kelompok etnis yang berasal dari kawasan desa-desa nelayan di sebelah timur Accra, ibu kota Ghana.
Dalam kepercayaan tradisional mereka, kematian dipandang bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan persinggahan menuju alam leluhur.
Karena itu, perjalanan menuju alam tersebut dianggap sebaiknya dilakukan menggunakan sebuah "kendaraan" yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan orang yang meninggal.
Peti mati kemudian menjadi semacam representasi kehidupan mereka.
Bentuk peti juga diyakini memiliki makna ketika orang yang meninggal nantinya bertemu dengan para leluhur di alam baka. Karena itu, keluarga dapat memilih bentuk yang menggambarkan profesi, kegemaran, atau kehidupan almarhum.
Tradisi yang Muncul pada Masa Kolonial Inggris
Salah satu pengrajin yang telah lebih dari tiga dekade membuat peti mati khusus tersebut adalah Daniel Oblie Mensah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat





