Akurat Logo

Pakistan Klaim Bunuh 19 Militan di Balochistan, Satu Tentara Tewas

Fitra Iskandar | 24 September 2026, 19:02 WIB

AKURAT.CO Pasukan keamanan Pakistan mengklaim menewaskan 19 militan dalam sejumlah operasi di Provinsi Balochistan, Pakistan barat daya. Dalam rangkaian operasi tersebut, seorang prajurit Pakistan juga tewas dalam baku tembak.

Militer Pakistan melalui Inter-Services Public Relations (ISPR) mengatakan 13 militan tewas dalam operasi penyisiran di kawasan Shaban, Distrik Quetta. Operasi tersebut dimulai pada 21 September 2026 setelah badan intelijen melaporkan keberadaan sejumlah tempat persembunyian kelompok bersenjata.

Menurut ISPR, pasukan keamanan kemudian melakukan penyisiran dan terlibat baku tembak dengan para militan. Sejumlah tempat persembunyian disebut berhasil dikuasai.

Dari lokasi tersebut, pasukan Pakistan mengaku menyita senjata, amunisi, dan bahan peledak. Operasi di Shaban masih berlanjut untuk memastikan kawasan tersebut terbebas dari ancaman kelompok bersenjata.

Enam Militan Lain Tewas

Dalam operasi terpisah berbasis informasi intelijen pada 22 dan 23 September, pasukan keamanan Pakistan juga menewaskan enam militan lainnya.

Operasi tersebut berlangsung di Distrik Kech dan wilayah Quetta Barat. ISPR menyebut pasukan terlibat kontak senjata dengan kelompok bersenjata sebelum enam orang dinyatakan tewas.

Senjata dan amunisi juga ditemukan dalam operasi tersebut, menurut keterangan militer Pakistan.

Dalam salah satu pertempuran, Subedar Muhammad Jamil, 39 tahun, tewas. Ia berasal dari Taunsa Sharif, Distrik Dera Ghazi Khan.

Militer Pakistan menyebut Jamil tewas ketika pasukan terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata.

ISPR mengidentifikasi para militan yang tewas sebagai anggota kelompok yang oleh pemerintah Pakistan disebut mendapat dukungan dari India. Klaim tersebut merupakan versi militer Pakistan dan tidak disertai verifikasi independen dalam laporan yang tersedia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.