Patung Tangan “I Love You” di Korea Selatan Ditutup Kain, Warga Anggap Mirip Gestur Tak Senonoh
AKURAT.CO Sebuah patung tangan “I Love You” di Korea Selatan menuai protes warga setelah bentuk jarinya dianggap menyerupai gestur yang tidak senonoh. Patung setinggi sekitar 5 meter di Long Beach Park, Songdo International City, Incheon, itu akhirnya ditutup menggunakan kain.
Patung berwarna emas tersebut dibuat dengan biaya sekitar 200 juta won atau sekitar USD 110.000. Karya seni publik itu dipasang oleh Incheon Free Economic Zone Authority (IFEZ) dengan harapan menjadi salah satu landmark baru di kawasan Songdo.
Namun, maksud patung tersebut sebagai simbol cinta tidak langsung dipahami seluruh warga. Sejumlah masyarakat justru menilai posisi jari pada patung “I Love You” tersebut menyerupai gestur mengacungkan jari tengah.
Patung itu menampilkan sebuah tangan dengan jari tengah dan jari manis ditekuk, sementara ibu jari, telunjuk, dan kelingking dibiarkan terentang.
Dalam bahasa isyarat internasional, posisi tersebut dikenal sebagai ILY sign atau simbol “I love you”.
IFEZ mengatakan pemilihan simbol itu berkaitan dengan karakter Long Beach Park yang banyak dikunjungi pasangan. Pemerintah setempat juga berharap patung tersebut menjadi objek wisata dan tempat berfoto dengan latar belakang Jembatan Incheon.
Akan tetapi, dari sudut pandang tertentu, bentuk patung tersebut dianggap memiliki makna berbeda.
Menurut laporan Korea Herald, sejumlah komunitas daring di Korea Selatan mengeluhkan keberadaan patung tersebut. Ada warga yang mempertanyakan estetika karya itu sekaligus penggunaan uang publik untuk pembuatannya.
Seorang warga Songdo menulis di platform Naver bahwa dari kejauhan patung tersebut terlihat seperti seseorang yang sedang mengacungkan jari tengah.
Warga lainnya melalui Threads mengatakan penggunaan bahasa isyarat bukan persoalan, tetapi mempertanyakan kaitan simbol tersebut dengan Incheon serta pesan yang ingin disampaikan kepada wisatawan.
IFEZ Tutup Patung dengan Kain
Alih-alih langsung membongkar atau memindahkan patung tersebut, otoritas setempat memilih menutupnya menggunakan kain sambil mempertimbangkan cara menjelaskan makna karya tersebut kepada masyarakat.
Seorang pejabat IFEZ mengatakan sebagian keluhan muncul karena makna simbol pada patung belum banyak diketahui masyarakat.
Menurut otoritas setempat, patung tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk menyampaikan pesan cinta secara tidak langsung melalui bahasa isyarat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya






