Putin Klaim Rusia Menang Perang Ukraina, Sebut Kepemimpinan Zelensky Teroris

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim pasukannya berada di jalur kemenangan dalam perang Ukraina. Dalam pernyataan terbarunya, Putin menyebut pasukan Rusia terus mengalami kemajuan di medan perang dan memperingatkan bahwa Ukraina pada akhirnya akan mengalami kekalahan.
Dalam konferensi pers setelah menghadiri pertemuan tingkat tinggi di Kirgistan pada Selasa (1/9/2026), Putin menyampaikan pernyataan paling rinci mengenai perkembangan perang dalam beberapa pekan terakhir.
“Saya tidak memiliki keraguan bahwa musuh akan runtuh,” kata Putin kepada wartawan. Namun, ia tidak menjelaskan kapan Rusia memperkirakan kondisi tersebut akan terjadi.
Putin juga menepis spekulasi bahwa Rusia akan kembali melakukan mobilisasi militer dalam skala besar. Menurutnya, kabar mengenai kemungkinan mobilisasi baru tersebut merupakan “omong kosong belaka”.
Putin Klaim Kemajuan Rusia Makin Cepat
Lebih dari empat tahun sejak perang dimulai, Rusia saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina. Putin mengatakan laju kemajuan pasukan Rusia justru semakin meningkat.
Ia mengklaim pasukan Rusia merebut sekitar 270 kilometer persegi wilayah Donetsk sepanjang Agustus. Putin juga mengatakan dua kelompok besar pasukan Ukraina, masing-masing berjumlah sekitar 4.500 hingga 4.800 tentara dan hingga 2.000 tentara, telah terkepung.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Putin mengatakan pasukan Rusia terus bergerak menuju Sloviansk dan Kramatorsk, dua kota penting di wilayah Donetsk yang menjadi bagian dari garis pertahanan utama Ukraina.
Ia juga memperingatkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan besar terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Putin Sebut Kepemimpinan Ukraina Teroris
Dalam pernyataannya, Putin kembali meningkatkan retorika terhadap pemerintahan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Ia menyebut peringatan Zelensky kepada maskapai penerbangan bahwa serangan drone Ukraina dapat membuat wilayah udara Rusia tidak aman sebagai tindakan yang menyerupai “terorisme negara”.
Putin mengatakan Moskow akan mencari cara untuk merespons jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan.
Menurut Putin, Rusia tidak dapat melakukan negosiasi dengan pihak yang ia anggap sebagai teroris.
“Tidak mungkin bernegosiasi dengan teroris,” ujarnya.
Meski demikian, Putin mengatakan Moskow tetap terbuka terhadap pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang, bukan sekadar membekukan konflik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa






