Penembakan di Pesta Musik Swiss, Penonton Bersembunyi di Balik Meja DJ

AKURAT.CO Seorang wanita berusia 22 tahun tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi serius, setelah terjadi penembakan di sebuah pesta musik rave di Kota Aarau, Swiss, Minggu (30/8) dini hari.
Polisi setempat menyatakan seluruh korban merupakan warga Swiss yang berusia sekitar 20-an tahun. Hingga kini, aparat masih memburu pelaku yang melarikan diri dan telah menutup sejumlah kawasan di Aarau sebagai bagian dari penyelidikan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki foto atau rekaman video saat insiden terjadi untuk menyerahkannya guna membantu proses identifikasi pelaku.
Tembakan Pecah Usai Musik Berhenti
Seorang saksi berusia 34 tahun mengatakan suara tembakan terdengar sesaat setelah musik berhenti sekitar pukul 02.30 waktu setempat. Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari kembang api.
Menurut kesaksiannya kepada Reuters, kepanikan langsung terjadi ketika pengunjung berlarian mencari perlindungan. Beberapa orang bersembunyi di balik meja DJ, sementara seorang wanita berlindung di belakang lemari pendingin.
Wanita tersebut terkena tembakan di bagian punggung dan meninggal dunia akibat kehabisan darah meski sempat mendapat upaya pertolongan.
“Ini benar-benar tragedi yang tak terbayangkan. Dia masih sangat muda. Sulit dipercaya peristiwa seperti ini bisa terjadi di Aarau, dalam sebuah acara lokal,” ujar saksi tersebut.
Polisi mengonfirmasi korban meninggal adalah perempuan berusia 22 tahun yang menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.
Kota Dijaga Ketat, Pelaku Masih Diburu
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian meningkatkan pengamanan tidak hanya di Aarau, tetapi juga wilayah sekitarnya. Kota tersebut berjarak sekitar 50 kilometer di sebelah barat Zurich.
Rekaman Reuters memperlihatkan petugas bersenjata berpatroli di sekitar lokasi, konvoi kendaraan polisi menyisir jalanan, serta kendaraan lapis baja ditempatkan dekat area kejadian.
Acara yang menjadi lokasi penembakan dipromosikan sebagai pesta musik techno di arena pacuan kuda tertutup, dengan perkiraan kehadiran sekitar 3.500 pengunjung.
Swiss dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Eropa. Namun, kasus penembakan bersenjata yang menimbulkan banyak korban relatif jarang terjadi.
Pada 2019, Swiss menyetujui aturan pengendalian senjata yang lebih ketat untuk menyesuaikan regulasi Uni Eropa, meski tradisi kepemilikan senjata di negara tersebut tetap dipertahankan.
Sumber: Telegraphindia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






