Gempa 7,4 M Guncang Kolombia, 265 Orang Tewas: Pemerintah Tetapkan Darurat Ekonomi

AKURAT.CO Pemerintah Kolombia menetapkan darurat ekonomi setelah gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat negara tersebut pada Senin, 10 Agustus 2026. Hingga kini, sedikitnya 265 orang dilaporkan tewas, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.
Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella mengatakan kebijakan darurat ekonomi diperlukan untuk mempercepat penanganan korban, memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, serta mempercepat proses rekonstruksi di wilayah yang mengalami kerusakan parah.
Gempa tersebut juga menyebabkan ribuan orang terluka. Data terbaru mencatat sekitar 496 orang masih hilang dan lebih dari 3.700 orang mengalami luka-luka. Ribuan rumah dan sejumlah fasilitas publik turut mengalami kerusakan.
Pemerintah Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa
De La Espriella mengatakan pemerintah akan memberikan berbagai bentuk bantuan dan keringanan kepada keluarga yang terdampak langsung bencana.
Kebijakan tersebut mencakup keringanan sementara pembayaran layanan publik, subsidi sewa bagi warga yang kehilangan rumah, keringanan pajak dan sektor keuangan, serta bantuan ekonomi bagi keluarga yang paling rentan.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi pedagang dan pemilik usaha kecil yang mengalami kerugian akibat gempa.
"Besarnya tragedi ini membuat kami memutuskan untuk menetapkan darurat ekonomi agar dapat mengambil langkah-langkah luar biasa untuk membantu keluarga yang terdampak dan mempercepat pembangunan kembali wilayah yang terkena bencana," kata De La Espriella.
Kolombia Bentuk Milagro Fund
Untuk mendukung proses pemulihan jangka panjang, pemerintah Kolombia juga membentuk Milagro Fund.
Dana tersebut akan digunakan untuk menghimpun sumber daya dari dalam negeri maupun bantuan internasional. Pemerintah berencana mengalokasikannya untuk membangun kembali berbagai fasilitas yang rusak akibat gempa.
Prioritas rekonstruksi mencakup rumah sakit, sekolah dan pusat pendidikan, perumahan, jalan, bandara, serta infrastruktur penting lainnya.
Selain rekonstruksi fisik, pemerintah menyiapkan kebijakan untuk menghidupkan kembali perekonomian di wilayah yang paling parah terdampak.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong investasi, memulihkan kegiatan usaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang kehilangan sumber penghasilan akibat bencana.
Ratusan Orang Masih Dicari
Sementara itu, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Tim penyelamat terus menyisir lokasi-lokasi yang diduga masih terdapat korban yang tertimbun reruntuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 6Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







