Gerhana Matahari Total Bikin Spanyol Gelap, Jutaan Orang Berburu Pemandangan Terbaik

AKURAT.CO Jutaan orang memadati berbagai kota dan kawasan pedesaan di Spanyol pada Rabu (12/8/2026) untuk menyaksikan gerhana matahari total, fenomena langit langka yang membuat sejumlah wilayah mendadak gelap ketika Bulan sepenuhnya menutupi Matahari.
Langit yang cerah di sebagian besar wilayah Spanyol membuat jutaan pengamat dapat menikmati salah satu pemandangan gerhana terbaik di daratan Eropa.
Ketika bayangan Bulan mulai menutupi Matahari, suasana berubah secara bertahap. Langit yang semula terang perlahan meredup, kemudian berubah gelap dalam waktu singkat ketika fase totalitas dimulai.
Sorak-sorai dan tepuk tangan langsung terdengar dari berbagai lokasi pengamatan.
Bagi Spanyol, fenomena tersebut memiliki arti khusus karena menjadi gerhana matahari total pertama yang terlihat dari negara itu dalam lebih dari satu abad.
Jutaan Orang Padati Jalur Gerhana
Gerhana melewati wilayah yang luas di Spanyol bagian utara dan tengah serta Portugal. Fenomena tersebut kemudian melintasi sebagian kecil Greenland dan Islandia sebelum berakhir di kawasan Mediterania.
Fase totalitas, ketika Bulan sepenuhnya menutupi cahaya Matahari, berlangsung kurang dari 2,5 menit. Durasi terpanjang terjadi di lepas pantai barat Islandia.
Ketika bayangan gerhana mencapai Portugal dan kemudian Spanyol menjelang matahari terbenam, durasi totalitas menyusut menjadi sekitar satu menit.
Pemerintah Spanyol memperkirakan fenomena tersebut mendatangkan sedikitnya 500.000 wisatawan tambahan.
Permintaan kamar hotel di sejumlah kota yang berada di jalur totalitas, termasuk A Coruña, Bilbao, dan Santiago de Compostela, melonjak tajam.
Daerah Pedesaan Bersiap Hadapi Lonjakan Wisatawan
Antusiasme terhadap gerhana berlangsung di tengah musim panas yang sangat panas dan ancaman kebakaran hutan di Spanyol.
Suhu di sejumlah wilayah pengamatan bahkan mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.
Pemerintah menyiapkan sekitar 350 lokasi pengamatan resmi di wilayah pedalaman yang memiliki kepadatan penduduk rendah. Lebih dari 33.500 personel penegak hukum juga dikerahkan untuk mengamankan lokasi pengamatan dan jalur akses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








