Trump: Iran Sangat Ingin Berdamai dengan AS, Tapi Saya Ragu Mereka Akan Menepati Kesepakatan

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran disebut sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Washington setelah serangkaian serangan militer Amerika di kawasan Timur Tengah. Namun, Trump mengaku masih meragukan keseriusan Teheran untuk mematuhi setiap perjanjian yang nantinya disepakati.
Berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Rabu, Trump mengklaim bahwa pihak Iran baru saja menghubunginya untuk membuka peluang negosiasi.
"Mereka menelepon beberapa saat lalu. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," kata Trump.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya belum yakin Iran dapat dipercaya untuk menjalankan isi perjanjian.
"Saya tidak tahu apakah mereka layak membuat kesepakatan. Saya juga tidak tahu apakah mereka akan menghormati kesepakatan itu. Itulah masalahnya," ujarnya.
Trump Ancam Balas Serangan Iran Lebih Keras
Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus memberikan respons yang jauh lebih besar terhadap setiap serangan yang dilakukan Iran.
"Setiap kali mereka menyerang kami, kami membalas 20 kali lebih besar," kata Trump.
Ia mengakui Iran sempat melakukan serangan balasan pada hari yang sama, namun menyebut aksi tersebut hanya merupakan respons atas operasi militer Amerika sebelumnya.
"Mereka melakukan sedikit serangan hari ini, tetapi itu hanyalah pembalasan atas apa yang terjadi semalam. Ketika mereka menyerang, kami membalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar," tambahnya.
Konflik AS-Iran Berpotensi Meluas
Trump juga mengisyaratkan bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berpotensi berkembang menjadi konfrontasi militer yang lebih luas. Kendati demikian, ia mengklaim posisi Washington berada di atas angin.
"Ada banyak cara untuk memenangkan konflik ini, tetapi secara militer kami sudah menang," ujar Trump.
Saat ditanya apakah konflik dapat meluas menjadi perang yang lebih besar, Trump menjawab singkat, "Saya tidak tahu, tetapi kami menang dengan sangat cepat."
Penempatan Pasukan AS di Eropa Masih Dikaji
Selain membahas Iran, Trump juga menyinggung kemungkinan perubahan kebijakan penempatan pasukan Amerika Serikat di Eropa.
Menurutnya, keputusan tersebut akan dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi terkait Greenland serta situasi dengan Iran.
"Banyak hal akan bergantung pada Greenland dan Iran," kata Trump.
Ia menegaskan belum mengambil keputusan akhir mengenai kemungkinan penarikan pasukan AS dari Eropa. Namun, opsi tersebut tetap dipertimbangkan apabila Washington tidak berhasil mencapai kesepakatan yang dinilai menguntungkan terkait Greenland.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional
- 10Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia






