Trump Sebut Iran sebagai Republik Islam Jepang Saat KTT NATO

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan publik internasional setelah salah menyebut Iran sebagai "Republik Islam Jepang" saat memberikan keterangan pers di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO, Rabu (8/7/2026).
Kekeliruan itu terjadi ketika Trump membahas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dan mengingat kembali serangan rudal yang dilancarkan Iran beberapa bulan lalu.
"Kita memiliki kapal induk yang merupakan salah satu yang terindah di dunia, salah satu yang terbesar, Abraham Lincoln. Dan beberapa bulan yang lalu, seperti yang saya ceritakan sebelumnya, kita dihujani 111 rudal oleh Republik Islam Jepang," kata Trump.
Baca Juga: Trump Klaim Jadi Target Utama Pembunuhan Iran, Ketegangan AS-Teheran Kian Memanas
Pernyataan tersebut segera menarik perhatian karena Jepang bukan negara republik maupun negara Islam. Yang dimaksud Trump diduga adalah Republik Islam Iran, negara yang memang terlibat dalam konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel pada awal tahun ini.
Dalam kesempatan itu, Trump menjelaskan bahwa ratusan rudal yang diluncurkan tidak berhasil mengenai USS Abraham Lincoln. Menurutnya, kapal induk tersebut tetap mampu menjalankan operasi militer selama konflik berlangsung.
Pada akhir Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Sebagai respons, Iran mengklaim telah menembakkan rudal balistik ke arah USS Abraham Lincoln.
Namun, militer Amerika Serikat membantah klaim tersebut. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan tidak ada satu pun rudal yang mengenai kapal induk tersebut.
"Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran. Lincoln terus meluncurkan pesawat untuk mendukung kampanye tanpa henti CENTCOM dalam membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran," demikian pernyataan resmi CENTCOM.
Ucapan Trump yang keliru itu kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Sejumlah pengguna internet menyoroti kesalahan penyebutan tersebut, mengingat Jepang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat yang telah menjalin kerja sama pertahanan selama puluhan tahun.
Baca Juga: Teheran Dinlai Langgar Komitmen Gencatan Senjata, AS Cabut Izin Pembelian Minyak Iran
Amerika Serikat dan Jepang diketahui memiliki perjanjian keamanan sejak 1952, tujuh tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II. Saat ini sekitar 60.000 personel militer AS masih ditempatkan di berbagai pangkalan di Jepang sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari Gedung Putih terkait kekeliruan penyebutan Iran sebagai "Republik Islam Jepang" dalam pidato Presiden Donald Trump tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








