Hamas Bubarkan Komite Darurat Gaza, Klaim Ingin Tutup Alasan Israel Hambat Kesepakatan Gencatan Senjata
AKURAT.CO Hamas mengumumkan pembubaran Komite Darurat Gaza sebagai bagian dari langkah politik yang diklaim bertujuan memperlancar implementasi kesepakatan gencatan senjata dan menghilangkan alasan Israel untuk menghambat proses tersebut.
Keputusan itu diumumkan pada Senin (7/7/2026). Hamas menyatakan seluruh kewenangan komite kini dialihkan kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, sebuah badan teknokrat yang dipersiapkan untuk mengambil alih pengelolaan sipil di Jalur Gaza.
Hamas: Demi Kepentingan Nasional
Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut pembubaran komite dilakukan demi kepentingan nasional Palestina sekaligus membuka jalan bagi pemerintahan sipil yang lebih luas.
"Pembubaran Komite Darurat dilakukan demi kepentingan nasional dan untuk mencegah Israel menggunakan berbagai alasan guna menghambat proses yang sedang berjalan," demikian pernyataan Hamas.
Juru Bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan organisasi tersebut telah mengambil langkah positif dengan menyerahkan pengelolaan administrasi kepada komite teknokrat.
"Hari ini kami mengambil langkah positif lainnya untuk menutup semua alasan yang digunakan Israel. Sekarang bola berada di tangan para mediator," ujar Qassem kepada Al Jazeera.
Hamas Desak Mediator Tekan Israel
Hamas menegaskan telah memenuhi seluruh komitmennya dalam proses perdamaian dan kini meminta negara-negara mediator serta Amerika Serikat mendorong Israel agar tidak menghambat implementasi kesepakatan.
Organisasi tersebut juga mendesak agar Komite Nasional Administrasi Gaza segera diizinkan memasuki Jalur Gaza dan mulai menjalankan tugasnya.
"Kami menyerukan kepada para mediator dan negara-negara penjamin untuk segera bertindak serta menekan pendudukan agar menghentikan upaya menghalangi pelaksanaan kesepakatan," kata Hamas.
Menurut Hamas, langkah tersebut diperlukan untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Gaza yang telah terdampak perang berkepanjangan.
Komite Teknokrat Bersiap Ambil Alih
Sumber Hamas kepada kantor berita AFP menyebut organisasi itu telah memutuskan membubarkan komite pemerintahan yang selama ini mengelola Gaza.
Sebagai gantinya, seorang pejabat yang diterima seluruh pihak akan memimpin pemerintahan sementara hingga Komite Nasional Administrasi Gaza resmi mengambil alih seluruh kewenangan.
Media berbahasa Arab Asharq Al Awsat melaporkan komite teknokrat tersebut akan dipimpin Ali Shaath, yang sebelumnya ditunjuk sebagai Kepala Komisioner Komite Nasional Administrasi Gaza pada awal 2026 melalui mediasi Qatar, Mesir, dan Turki.
Masih Diragukan Sejumlah Pihak
Meski demikian, sejumlah sumber Palestina dan kalangan diplomatik menilai pembentukan pemerintahan teknokrat belum tentu cukup untuk menyelesaikan persoalan politik maupun keamanan di Jalur Gaza.
Mereka menilai proses transisi kekuasaan masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait penerimaan semua pihak dan implementasi di lapangan.
Sementara itu, sumber-sumber Hamas dan sejumlah faksi Palestina mengungkapkan bahwa putaran baru perundingan diperkirakan segera digelar di Kairo, Mesir, dalam beberapa hari ke depan.
Pertemuan tersebut bertujuan mempersempit perbedaan terkait tahap kedua kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza, yang hingga kini masih berlangsung rapuh di tengah situasi kemanusiaan yang belum stabil.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot
- 10Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya







