2 Anggota Garda Revolusi Iran Tewas Ditembak di Perbatasan Irak, Pelaku Masih Misterius

AKURAT.CO Dua anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan tewas dalam serangan bersenjata yang disebut sebagai aksi teror di Provinsi Kermanshah, Iran bagian barat. Selain menewaskan dua personel, insiden tersebut juga menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Menurut laporan media pemerintah Iran, IRIB, peristiwa itu terjadi pada Senin malam (waktu setempat) di Kabupaten Paveh, wilayah yang berbatasan langsung dengan Irak.
Berdasarkan keterangan Kantor Hubungan Masyarakat IRGC Provinsi Kermanshah, sejumlah pelaku tak dikenal melepaskan tembakan ke arah pintu masuk sebuah rumah dalam aksi yang mereka sebut sebagai "serangan teroris yang pengecut dan penuh pengkhianatan."
Dua korban tewas diketahui merupakan anggota IRGC yang bertugas di wilayah setempat. Sementara itu, dua orang lainnya mengalami luka akibat serangan tersebut dan kini tengah mendapatkan penanganan.
Hingga saat ini, aparat keamanan Iran masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap penembakan sekaligus mengidentifikasi para pelaku di balik serangan tersebut.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden mematikan itu.
Serangan ini kembali menyoroti situasi keamanan di kawasan perbatasan Iran-Irak yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi lokasi bentrokan bersenjata, penyelundupan, serta aktivitas kelompok militan. Otoritas Iran diperkirakan akan meningkatkan operasi keamanan di wilayah tersebut guna mencegah serangan serupa terulang.
Sumber: AA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







