Lapid Serang Netanyahu: Hubungan Israel dengan AS dan Eropa Terancam Hancur

AKURAT.CO Pemimpin oposisi Israel sekaligus mantan Perdana Menteri, Yair Lapid, melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Benjamin Netanyahu. Ia memperingatkan bahwa posisi diplomatik Israel semakin terisolasi setelah munculnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan sejumlah mitra utama di Eropa.
Dalam pernyataannya di media sosial X pada Jumat (19/6/2026), Lapid menyoroti serangkaian perselisihan diplomatik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dan menilai hal itu sebagai tanda memburuknya hubungan luar negeri Israel.
Menurut Lapid, sejumlah pejabat tinggi Israel kini justru terlibat konflik dengan sekutu-sekutu penting yang selama ini menjadi penopang utama negara tersebut di panggung internasional.
“Dalam sehari terakhir, Wakil Presiden Amerika Serikat marah kepada Smotrich dan Ben Gvir, Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar memutus hubungan dengan kepala diplomasi Uni Eropa, dan Presiden Donald Trump menuduh Netanyahu tidak bertanggung jawab terkait Lebanon,” tulis Lapid.
Ia menegaskan bahwa Israel berisiko kehilangan dukungan internasional jika arah kebijakan pemerintah saat ini tidak segera berubah.
“Jika pemerintah ini tidak segera diganti, hubungan luar negeri Israel bisa hancur,” ujar Lapid.
Ketegangan Israel-AS Meningkat
Pernyataan Lapid muncul di tengah memanasnya perdebatan politik di Israel terkait kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik regional serta membuka jalan menuju gencatan senjata yang lebih luas di Timur Tengah.
Sejumlah pejabat Israel mengkritik keras nota kesepahaman (MoU) AS-Iran karena dianggap tidak cukup membatasi program rudal dan aktivitas nuklir Teheran.
Namun kritik tersebut mendapat respons tegas dari Wakil Presiden AS JD Vance.
Dalam konferensi pers di Washington, Vance menilai beberapa pejabat Israel telah melancarkan serangan pribadi terhadap Presiden Donald Trump terkait kesepakatan tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan adanya ketegangan yang semakin terbuka antara pemerintahan Trump dan sejumlah tokoh dalam kabinet Netanyahu.
Macron Dukung Teguran Trump untuk Netanyahu
Tekanan diplomatik terhadap Israel juga datang dari Eropa.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan Trump benar ketika meminta Netanyahu menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab dalam menangani konflik di Lebanon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







