Rusia Larang Impor Tomat dan Stroberi dari Armenia, Ini Alasannya

AKURAT.CO Rusia resmi memberlakukan pembatasan sementara impor sejumlah buah beri dan sayuran segar dari Armenia mulai 30 Mei 2026.
Kebijakan tersebut mencakup penghentian sementara masuknya produk seperti tomat, mentimun, paprika, sayuran hijau, hingga stroberi dari Armenia ke pasar Rusia.
Badan Pengawas Veteriner dan Fitosanitari Rusia (Rosselkhoznadzor) menyatakan keputusan itu diambil menyusul meningkatnya pelanggaran dalam pengiriman produk hortikultura Armenia ke Rusia.
Menurut otoritas Rusia, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan fitosanitari nasional dan mencegah potensi ancaman terhadap sektor pertanian dalam negeri.
Rosselkhoznadzor menilai kondisi saat ini berisiko terhadap status fitosanitari Rusia sehingga tindakan pembatasan dianggap perlu dilakukan.
Meski demikian, pelaku industri dan asosiasi perdagangan di Rusia menegaskan kebijakan tersebut tidak akan menyebabkan kelangkaan pasokan sayuran maupun buah di pasar domestik.
Ketua Asosiasi Perusahaan Ritel Omnichannel Rusia, Stanislav Bogdanov, mengatakan tidak ada indikasi terjadinya kekurangan pasokan tomat, mentimun, paprika, sayuran hijau, maupun stroberi di jaringan ritel utama Rusia.
Menurutnya, sebagian besar kebutuhan sayuran di toko-toko modern Rusia saat ini dipenuhi oleh produksi dalam negeri sehingga ketergantungan terhadap impor dari Armenia relatif rendah.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Dewan Asosiasi Rusprodsoyuz, Dmitry Leonov, menyebut kontribusi produk hortikultura Armenia terhadap total impor Rusia tergolong kecil.
Karena itu, pembatasan impor dari Armenia diperkirakan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan maupun harga produk pertanian di pasar Rusia.
Kebijakan terbaru ini menjadi sorotan karena menyangkut hubungan perdagangan antara Rusia dan Armenia yang selama ini memiliki hubungan ekonomi erat dalam kawasan Eurasia.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Armenia terkait pembatasan impor yang diberlakukan oleh Moskow tersebut.
Sumber: APA
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








