AS Mulai Kembali Serang Iran, Sasar Lokasi Peluncuran Rudal Dekat Hormuz

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) dilaporkan melancarkan serangan terhadap Iran pada Senin (25/5/2026) waktu setempat. Serangan tersebut disebut menyasar lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran di sekitar Selat Hormuz.
Mengutip laporan CNN, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan sebagai serangan pertahanan diri untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman militer Iran.
“Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran,” ujar juru bicara CENTCOM, Timothy Hawkins.
Selain lokasi peluncuran rudal, AS juga mengklaim menyerang kapal-kapal Iran yang disebut sedang mencoba memasang ranjau di kawasan strategis Selat Hormuz.
Baca Juga: Kapan Mulai Takbiran Idul Adha 2026? Ini Jadwal Resmi dari Kemenag
Serangan terbaru ini terjadi di tengah situasi gencatan senjata yang telah berlangsung beberapa pekan terakhir, sekaligus di saat pembicaraan antara AS dan Iran dikabarkan mengalami kemajuan.
Hingga kini, Pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut. Namun media-media lokal Iran melaporkan adanya sejumlah ledakan di kawasan sekitar Selat Hormuz.
Situs berita Tabnak yang dikenal dekat dengan mantan pejabat Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan empat anggota IRGC tewas akibat serangan AS terhadap kapal-kapal Iran.
Tak lama setelah laporan serangan itu muncul, ledakan kembali dilaporkan terjadi pada Selasa (26/5/2026) di kawasan Bandar Abbas, kota pelabuhan penting Iran yang berada di sepanjang Selat Hormuz.
IRGC menyebut ledakan juga terdengar di dekat Bandara Bandar Abbas. Sistem pertahanan udara Iran dikabarkan langsung diaktifkan untuk menghadapi “sasaran musuh”.
Meski demikian, pihak IRGC maupun Pemerintah Iran belum menjelaskan secara rinci penyebab ledakan tersebut.
Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) melaporkan ledakan terjadi sekitar tengah malam waktu setempat, namun tidak merinci sumber ledakan maupun dampak kerusakan yang ditimbulkan.
Baca Juga: Presiden Pezeshkian Ambil Langkah Besar, Iran Pulihkan Akses Internet Usai Gelombang Demo Berdarah
Bandar Abbas sendiri merupakan salah satu pangkalan utama militer laut dan udara Iran, serta memiliki posisi strategis di jalur pelayaran Selat Hormuz yang menjadi lintasan utama distribusi minyak dunia.
Situasi terbaru ini memicu kekhawatiran meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah sensitivitas jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






