Trump Ultimatum Uni Eropa: Ditunggu Kesepakatan Dagang Hingga 4 Juli, Atau Hadapi Tarif Tinggi

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda ancaman kenaikan tarif impor terhadap Uni Eropa hingga 4 Juli 2026 setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Kamis malam waktu setempat.
Trump sebelumnya mengancam akan menaikkan tarif kendaraan buatan Uni Eropa dari 15 persen menjadi 25 persen dalam pekan ini apabila Brussel tidak segera memenuhi komitmen dalam kesepakatan dagang yang telah disepakati kedua pihak.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump mengatakan dirinya memberi tambahan waktu kepada Uni Eropa hingga Hari Kemerdekaan Amerika Serikat atau Fourth of July.
“Saya telah menunggu dengan sabar agar Uni Eropa memenuhi bagian mereka dalam kesepakatan dagang bersejarah yang kami sepakati di Turnberry, Skotlandia,” tulis Trump.
Ia menegaskan tarif akan langsung melonjak ke level yang “jauh lebih tinggi” jika Uni Eropa gagal melaksanakan kesepakatan sebelum tenggat waktu tersebut.
Uni Eropa Masih Finalisasi Regulasi Tarif Nol
Berdasarkan kesepakatan dagang yang dicapai tahun lalu, Uni Eropa sepakat memangkas sisa tarif terhadap produk-produk Amerika Serikat hingga nol persen.
Sebagai gantinya, AS menerapkan tarif tetap sebesar 15 persen untuk sebagian besar produk asal Uni Eropa guna mencegah penambahan bea masuk lainnya.
Namun hingga kini, Parlemen Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa masih bernegosiasi mengenai aturan hukum yang dibutuhkan untuk menerapkan kebijakan penghapusan tarif tersebut.
Putaran negosiasi terakhir pada Rabu malam belum menghasilkan kesepakatan final, meski para legislator mengklaim ada kemajuan menuju penyelesaian pada 19 Mei mendatang.
Salah satu hambatan utama berasal dari tuntutan anggota parlemen yang meminta adanya klausul perlindungan apabila AS melanggar kesepakatan atau mengancam integritas wilayah Uni Eropa.
Isu itu menguat setelah Trump sebelumnya sempat mengancam akan mengambil alih Greenland dari Denmark secara paksa.
Ancaman Tarif Trump Picu Kekhawatiran Baru
Ancaman Trump menaikkan tarif dari 15 persen menjadi 25 persen memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Eropa.
Sejumlah pihak menilai Presiden AS itu berpotensi kembali mengubah kesepakatan dan meminta konsesi tambahan dari Uni Eropa di masa depan.
Pemerintah AS sebelumnya juga berulang kali mengkritik regulasi digital dan kebijakan lingkungan Uni Eropa serta mendesak aturan tersebut dihapus.
Meski demikian, Von der Leyen optimistis proses legislasi dapat selesai sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump.
“Kami tetap berkomitmen penuh di kedua sisi untuk implementasi kesepakatan ini. Kemajuan positif sedang berlangsung menuju pengurangan tarif pada awal Juli,” kata Von der Leyen.
Ia juga menegaskan kesepakatan tarif 15 persen bersifat mengikat sehingga AS tidak dapat secara sepihak menaikkan tarif.
Trump dan Uni Eropa Bahas Iran
Selain isu perdagangan, Trump dan Von der Leyen juga membahas konflik di Timur Tengah, terutama terkait Iran.
Trump mengatakan AS dan Uni Eropa memiliki pandangan yang sama bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Kami sepenuhnya sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” ujar Trump.
Von der Leyen juga menyatakan risiko terhadap stabilitas regional dan keamanan global saat ini terlalu besar untuk diabaikan.
Percakapan telepon antara kedua pemimpin tersebut dinilai berhasil meredakan ketegangan dagang antara Washington dan Brussel, setidaknya untuk sementara waktu.
Sumber: Euronews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








