Donald Trump Balas PM Italia Giorgia Meloni yang Mengecamnya karena Menyerang Paus Leo

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, menandai meningkatnya ketegangan antara kedua sekutu dekat tersebut terkait isu Iran.
Dalam wawancara via telepon dengan harian Italia Corriere della Sera yang dipublikasikan Selasa, Trump menyebut sikap Meloni “tidak dapat diterima” dan mengaku “terkejut” karena dinilai tidak mendukung upaya Washington menghadapi Iran.
“Dia tidak memberi kami bantuan apa pun, saya terkejut dengan sikapnya,” kata Trump dalam wawancara berdurasi sekitar enam menit itu.
Ketegangan semakin meningkat setelah Meloni mengkritik pernyataan Trump yang menyerang Paus Pope Leo XIV. Meloni menyebut komentar Trump terhadap pemimpin Vatikan tersebut sebagai “tidak dapat diterima”. Trump kemudian membalas, “justru dia yang tidak dapat diterima.”
Melalui platform Truth Social, Trump juga melontarkan kritik tajam kepada Paus Leo XIV, menyebutnya “lemah terhadap kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri”, serta memperingatkan agar sang paus “fokus menjadi Paus yang hebat, bukan politisi.” Dalam wawancara yang sama, Trump kembali menegaskan kritiknya dengan mengatakan Paus “tidak memahami apa yang terjadi di Iran.”
Trump juga menuding Italia bergantung pada Amerika Serikat tanpa memberikan kontribusi nyata. “Mereka bergantung pada Donald Trump untuk menjaganya tetap terbuka,” ujarnya, merujuk pada jalur energi global di Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut menandai perubahan tajam sikap Trump terhadap Meloni. Trump masih memuji Meloni sebagai “pemimpin hebat” saat Meloni menghadiri pelantikannya pada 2025.
Gedung Putih dan kantor Meloni belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.
Retaknya hubungan ini terjadi di tengah langkah Meloni yang mulai menjaga jarak dari Washington dan Yerusalem, seiring meningkatnya tekanan politik domestik terkait konflik Timur Tengah.
Dalam pernyataan terpisah, Meloni mengonfirmasi bahwa Italia menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian kerja sama pertahanan dengan Israel. “Mengingat situasi saat ini, pemerintah memutuskan untuk menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan dengan Israel,” ujarnya, dikutip Reuters.
Langkah tersebut menyusul meningkatnya ketegangan antara Roma dan Tel Aviv, termasuk insiden tembakan peringatan Israel di dekat pasukan Italia di Lebanon selatan dalam misi PBB, serta kritik Italia terhadap operasi militer Israel.
Pemerintah Israel meremehkan dampak keputusan itu dan menyebut perjanjian tersebut sebagian besar bersifat simbolis.
Di dalam negeri Israel, pemimpin oposisi Yair Lapid mengkritik pemerintahan PM Netanyahu atas keputusan Italia tersebut. “Keputusan Italia untuk menangguhkan kerja sama pertahanan adalah kegagalan memalukan lainnya dari perdana menteri,” tulisnya di platform X.
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani membela Meloni dengan menegaskan bahwa Italia tetap bersekutu dengan Amerika Serikat, namun kerja sama harus didasarkan pada “loyalitas, rasa hormat, dan keterbukaan.”
Para analis menilai perubahan sikap Meloni mencerminkan reposisi politik yang lebih luas, terutama karena dampak ekonomi perang—khususnya kenaikan harga energi—memberatkan ekonomi Italia yang bergantung pada impor.
Ketegangan ini mencerminkan mulai munculnya keretakan dalam aliansi Barat di tengah konfrontasi yang dipimpin AS terhadap Iran, yang turut mengguncang dinamika politik di Eropa.
Sumber: Skynews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






