Skandal Kopi Vietnam: Gudang Produksi Kopi Palsu 4 Ton Digerebek Polisi

AKURAT.CO Polisi Vietnam membuka penyelidikan pidana terhadap sebuah gudang yang diduga memproduksi kopi palsu berbahan kedelai. Langkah ini dilakukan setelah penggerebekan yang berlangsung awal pekan ini, demikian disampaikan Kementerian Keamanan Publik Vietnam, Kamis.
Dalam penggerebekan di Provinsi Lam Dong, kawasan Dataran Tinggi Tengah, polisi menyita 4,1 ton produk kopi palsu serta sekitar 3 ton bahan baku. Temuan tersebut diungkapkan dalam pernyataan resmi kementerian.
Vietnam merupakan produsen terbesar kopi robusta di dunia. Jenis kopi ini dikenal bercita rasa pahit dan banyak digunakan untuk kopi instan. Wilayah Dataran Tinggi Tengah menjadi sentra utama perkebunan kopi di negara tersebut.
Pemilik gudang, Luong Viet Kiem, mengakui kepada polisi bahwa perusahaannya mencampur kedelai dan bahan perasa dengan biji kopi untuk diproduksi menjadi kopi bubuk yang dijual di pasar lokal. Hingga berita ini diturunkan. Reuters belum berhasil menghubungi Kiem untuk meminta tanggapan.
Polisi menjelaskan, penggerebekan gudang dilakukan setelah sebelumnya petugas menghentikan sebuah truk pada Selasa lalu. Truk tersebut mengangkut 1.056 karung kopi bubuk seberat total 528 kilogram tanpa dilengkapi dokumen resmi.
Penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan dan skala produksi kopi palsu tersebut.
Pedagang kopi di Provinsi Dak Lak, Nguyen Quang Tho, mengatakan bahwa peredaran kopi palsu bukan hal baru di Vietnam. Produk tersebut kerap dibuat dari kedelai, jagung, atau campuran keduanya.
“Kedelai dan jagung memang bisa dikonsumsi dan harganya jauh lebih murah dibandingkan biji kopi asli. Namun, belum tentu aman bagi kesehatan jika dikonsumsi sebagai kopi,” ujarnya.
Saat ini, harga jual biji kopi di Dataran Tinggi Tengah berada di kisaran 100.100–100.500 dong per kilogram, atau sekitar tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan harga kedelai.
Kasus serupa pernah terjadi pada 2018, ketika polisi di kawasan yang sama menangkap lima orang yang diduga menggunakan bahan kimia baterai untuk mewarnai ampas kopi bekas, lalu menjualnya sebagai lada hitam.
Berdasarkan data bea cukai pemerintah Vietnam, negara tersebut mengekspor 1,6 juta ton kopi senilai 8,9 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu. Angka itu naik 18,3 persen dari sisi volume dan melonjak 58,8 persen dari sisi nilai dibandingkan tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik







