AS Makin Serius Pantau Demonstrasi Iran, Dianggap Berpotensi Jatuhkan Rezim

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus memantau secara intensif gelombang demonstrasi yang terjadi di Iran. Apalagi, aksi protes tersebut berpotensi menggoyang hingga menjatuhkan pemerintahan Teheran.
Seorang pejabat senior AS yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada Axios bahwa Washington menilai situasi di Iran semakin serius.
“Protes ini serius, dan kami akan terus memantaunya,” ujarnya, seperti dikutip pada Jumat waktu setempat.
Sebelumnya, pemerintah AS menilai demonstrasi yang pecah sejak akhir Desember belum cukup kuat untuk menggulingkan pemerintah Iran. Namun, penilaian tersebut kini kembali dikaji ulang setelah aksi protes meningkat dan meluas di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Gelombang demonstrasi di Iran dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Aksi protes pertama kali pecah pada 28 Desember di sekitar Grand Bazaar Teheran, sebelum menyebar ke berbagai kota di seluruh negeri.
Di tengah eskalasi unjuk rasa, pemantau internet NetBlocks melaporkan bahwa akses internet di Iran sempat terputus lebih dari 12 jam, memicu kekhawatiran pembatasan informasi oleh pemerintah.
Pemerintah Iran hingga kini belum merilis data resmi terkait jumlah korban. Namun, Iran Human Rights Activists News Agency (HRANA) melaporkan bahwa sedikitnya 2.277 orang ditangkap, puluhan lainnya luka-luka, dan 65 orang tewas, termasuk delapan personel keamanan.
Teheran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan tersebut. Pejabat Iran memperingatkan bahwa aparat keamanan dan lembaga peradilan tidak akan memberi toleransi terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai provokator.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya, pada 2 Januari, mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan AS siap bertindak jika pemerintah Iran menggunakan kekerasan terhadap demonstran damai.
“Jika Iran dengan kejam membunuh demonstran damai, seperti kebiasaan mereka, Amerika Serikat akan datang menyelamatkan. Kami siap dan siaga,” tulis Trump.
Dalam pernyataan lanjutan pada 8 Januari, Trump menyebut sebagian korban jiwa terjadi akibat masalah pengendalian massa dan insiden saling berdesakan.
“Sebagian orang tewas karena masalah pengendalian massa dan hal-hal lainnya. Saya tidak tahu secara pasti,” katanya.
Trump menegaskan bahwa pemerintahannya memantau situasi di Iran dengan sangat cermat, terutama mengingat besarnya jumlah massa yang turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








