Akurat

Pemerintah Komitmen Kedepankan Penyelesaian Secara Damai dari Konflik AS-Venezuela

Paskalis Rubedanto | 3 Januari 2026, 22:34 WIB
Pemerintah Komitmen Kedepankan Penyelesaian Secara Damai dari Konflik AS-Venezuela

AKURAT.CO Indonesia menyampaikan sikap diplomatiknya terhadap konflik antara Amerika Setikat (AS) dan Venezuela. Pemerintah menyerukan kepada seluruh pihak terkait, agar mengedepankan penyelesaian damai melalui dialog dan langkah-langkah de-eskalasi.

"Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog, serta tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil," tegas Kementerian Luar Negeri melalui akun X @Kemlu_RI, Sabtu (3/1/2026). 

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa setiap upaya penyelesaian konflik harus tetap berlandaskan hukum internasional, dan prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) .

Baca Juga: Situasi Memanas, Kemlu Pastikan WNI di Venezuela Aman Usai Serangan AS

"Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB," tambah pernyataan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga akan terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Venezuela, di tengah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di negara tersebut.

Pemantauan dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas, bersama seluruh perwakilan RI di kawasan Amerika Latin. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi prioritas utama.

"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas terus memantau secara saksama perkembangan situasi di Venezuela. Bersama seluruh perwakilan RI di kawasan, KBRI Caracas secara aktif memastikan kondisi dan keselamatan seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di Venezuela."

Kemlu RI memastikan bahwa hingga saat ini seluruh WNI di Venezuela berada dalam kondisi aman. Pemerintah juga mengimbau para WNI agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas guna mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.

"Pemerintah Indonesia mengimbau para WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan KBRI Caracas," tulis Kemlu RI.

Baca Juga: AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya, Jaksa Agung Bondi: Mereka Pengedar Narkoba Internasional!

Sebagai informasi, Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam sebuah operasi berskala besar yang berlangsung cepat pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat. 

Presiden AS, Donald Trump, disebut telah memberi lampu hijau beberapa hari sebelumnya untuk penangkapan Maduro, yang kemudian dieksekusi oleh pasukan elite Delta Force.

Menurut sumber yang mengetahui operasi tersebut, lokasi Maduro dilacak oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA), yang telah mendapat otorisasi dari Trump untuk melakukan operasi rahasia di wilayah Venezuela sejak beberapa bulan lalu.

Maduro ditangkap untuk kemudian dibawa ke Amerika Serikat guna menjalani proses hukum. Hingga Sabtu pagi, lokasi penahanan Maduro belum diumumkan secara resmi.

Serangan AS memicu ledakan dan kebakaran di sejumlah titik strategis di Caracas. Data NASA melalui sistem Fire Information for Resource Management System (FIRMS) mendeteksi dua anomali panas di sekitar Fort Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, pada pukul 02.33 waktu setempat.

Rekaman video yang diverifikasi menunjukkan ledakan besar dan kobaran api di kawasan tersebut, disertai pemadaman listrik di sebagian ibu kota.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.