Bikin Onar di Pesawat, Pekerja Sosial Inggris Hadapi Tujuh Dakwaan Termasuk Ancaman Pembunuhan

AKURAT.CO Seorang pekerja sosial asal Belfast, Inggris Utara, Nadine Nugent (35), didakwa setelah diduga terlibat insiden keributan dalam penerbangan menuju Hurghada, Mesir. Kasus ini mencuat setelah pihak berwenang menilai perilakunya membahayakan keselamatan penerbangan.
Nugent kini menghadapi tujuh dakwaan, termasuk tiga tuduhan penyerangan, ancaman pembunuhan, tidak mematuhi perintah pilot, berperilaku mengancam atau menghina, serta berada dalam kondisi mabuk saat berada di pesawat. Seluruh tuduhan tersebut terkait insiden yang terjadi pada 21 Mei 2024 dalam penerbangan easyJet EZY3077 dari Bandara Internasional Belfast ke Hurghada.
Meski kasus telah masuk ke persidangan, Nugent tidak hadir dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Magistrat Antrim di Ballymena, Selasa lalu. Pengacaranya menyampaikan bahwa kliennya membantah seluruh tuduhan.
Pihak pembela juga menyoroti kemungkinan masalah yurisdiksi, karena sebagian besar insiden diduga terjadi ketika pesawat sudah berada di landasan bandara Hurghada, bukan ketika masih berada di wilayah udara Inggris. Hal ini membuat penanganan hukum menjadi lebih kompleks.
Sebagian dakwaan diajukan berdasarkan peraturan navigasi udara internasional, sehingga kasus ini juga berkaitan dengan Konvensi Tokyo 1963. Konvensi tersebut mengatur yurisdiksi dan penegakan hukum atas tindak pidana yang terjadi di dalam pesawat sipil, termasuk kewenangan pilot untuk mengambil tindakan demi menjaga keselamatan penerbangan.
Saat ini, jaksa dan kuasa hukum masih menyiapkan dokumen serta memastikan pasal hukum yang tepat sebelum sidang lanjutan ditentukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









