Donald Trump: Semakin Banyak Negara Bergabung dalam Abraham Accords

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Kazakhstan akan menjadi negara berikutnya yang bergabung dalam Abraham Accords, perjanjian yang menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Langkah ini menyusul Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko yang sebelumnya telah menandatangani kesepakatan serupa.
Dalam pernyataan di platform Truth Social pada Kamis (6/11/2025), Trump mengatakan telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev terkait langkah tersebut.
“Kazakhstan adalah negara pertama di masa jabatan kedua saya yang bergabung dalam Abraham Accords — dan ini baru permulaan,” tulis Trump. “Ini merupakan langkah besar dalam membangun jembatan di seluruh dunia. Hari ini, semakin banyak negara yang siap merangkul perdamaian dan kemakmuran melalui Abraham Accords.”
Perluasan Kesepakatan Normalisasi Israel-Arab
Abraham Accords pertama kali ditandatangani pada tahun 2020 dengan tujuan menjalin hubungan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Arab. Kesepakatan ini diprakarsai oleh pemerintahan Trump saat itu dan dianggap sebagai terobosan besar dalam hubungan Timur Tengah.
Trump juga mengisyaratkan bahwa lebih banyak negara akan segera bergabung, termasuk Suriah, yang kini disebut sedang dalam tahap pembicaraan. Ia menyebut Arab Saudi berada di garis depan upaya memperluas perjanjian normalisasi bersejarah tersebut.
Menurut jadwal, Presiden sementara Suriah Ahmed al-Sharaa dijadwalkan bertemu dengan Trump di Gedung Putih pekan depan, disusul pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada 18 November.
Lanjutan dari Upaya Diplomasi Regional
Pada Januari 2021, Sudan telah menandatangani deklarasi Abraham Accords yang dimediasi Amerika Serikat. Namun, proses implementasinya tertunda akibat ketidakstabilan politik dalam negeri.
Trump mengatakan akan segera mengumumkan upacara penandatanganan resmi bagi Kazakhstan dan negara-negara lain yang ingin bergabung.
“Akan ada banyak lagi negara yang menyusul bergabung dalam klub kekuatan ini,” tulisnya. “Kita membuat kemajuan nyata menuju stabilitas dan pertumbuhan. Diberkatilah para pembawa damai.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








