Trump Pertimbangkan Serangan Darat ke Venezuela dengan Dalih Hentikan Kartel Narkoba

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan opsi serangan darat terhadap kartel narkoba di Venezuela. Langkah ini disebut sebagai kelanjutan dari operasi militer AS yang dalam beberapa pekan terakhir menargetkan kapal penyelundup narkoba di perairan Karibia.
Dalam pernyataan yang dikutip AFP dan Reuters, Kamis (16/10/2025), Trump mengatakan AS telah berhasil mengendalikan jalur laut dalam upaya mencegah penyelundupan narkoba. Ia menegaskan, fokus kini dialihkan ke jalur darat.
“Kita tentu saja sedang mempertimbangkan serangan darat sekarang, karena kita telah mengendalikan laut dengan sangat baik,” ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih.
Pernyataan itu disampaikan tidak lama setelah AS mengumumkan serangan terbaru terhadap sebuah kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di lepas pantai Venezuela. Menurut Trump, operasi tersebut berdampak pada enam tersangka pengedar narkoba.
Trump menyebut serangan pada Selasa (14/10) itu menargetkan organisasi teroris yang telah masuk daftar hitam AS, meski ia tidak merinci nama kelompok tersebut. “Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut menyelundupkan narkotika yang terkait dengan jaringan teroris narkotika ilegal,” katanya.
Serangan terbaru itu menjadi yang kelima dalam beberapa pekan terakhir. Washington melaporkan sedikitnya 27 orang tewas dalam rentetan operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkoba menuju AS.
Langkah agresif ini memicu kritik dari sejumlah pakar yang mempertanyakan legalitas penggunaan kekuatan mematikan di perairan internasional terhadap tersangka yang belum sempat dicegat atau diinterogasi.
AS dalam beberapa waktu terakhir juga meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Karibia sebagai bagian dari misi memerangi perdagangan narkoba. Negeri itu mengerahkan delapan kapal perang yang membawa ribuan pelaut dan marinir, satu kapal selam bertenaga nuklir, serta pesawat tempur F-35 yang ditempatkan di Puerto Rico, wilayah yang berdekatan dengan Venezuela.
Sementara itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro berulang kali menuduh AS berupaya menggulingkan pemerintahannya. Pada Agustus lalu, Washington bahkan menggandakan tawaran imbalan menjadi US$50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Maduro.
AS menuduh Maduro memiliki hubungan dengan sindikat perdagangan narkoba dan kelompok kriminal internasional, tuduhan yang secara tegas dibantah oleh pemerintah Venezuela.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri








