Erdogan Incar Pembelian Ratusan Pesawat AS dan Produksi Komponen di Turkiye

AKURAT.CO Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan tengah menyiapkan rencana ambisius membeli ratusan pesawat penumpang Boeing dan jet tempur buatan Lockheed Martin dari Amerika Serikat (AS). Nilai total kesepakatan diperkirakan lebih dari USD 10 miliar (sekitar Rp166 triliun).
Menurut sumber Bloomberg, Erdogan menaruh syarat. Ia meminta sebagian komponen pesawat diproduksi langsung di Turkiye sebagai bagian dari kesepakatan dagang. Langkah ini disebut sebagai upaya mengimbangi pembayaran besar dengan keuntungan industri dalam negeri.
Menunggu Persetujuan Presiden AS Donald Trump
Rencana pembelian masih memerlukan restu Presiden AS Donald Trump. Pertemuan penting antara Erdogan dan Trump dijadwalkan berlangsung di Gedung Putih pada Kamis mendatang.
Pertemuan ini menjadi momen krusial untuk memperbaiki hubungan Ankara–Washington yang sempat renggang sejak 2019. Saat itu, Turkiye membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia, memicu sanksi CAATSA dari AS dan mengeluarkan Turkiye dari program pengembangan jet siluman F-35.
Harapan untuk F-35 dan Jet Tempur Baru
Ankara berharap sanksi CAATSA dapat dilonggarkan agar Turkiye bisa kembali membeli 40 jet tempur F-35A. Jika disetujui, AS juga dapat mencabut suspensi terhadap 10 perusahaan Turkiye yang sebelumnya memproduksi komponen F-35 senilai USD 12 miliar, termasuk fuselage yang dikerjakan oleh Turkish Aerospace Industries.
Selain F-35, Erdogan berencana menuntaskan pembelian 40 unit F-16 Viper, termasuk ratusan bom, rudal, dan mesin cadangan. Penjualan F-16 ini sebenarnya telah disetujui Washington tahun lalu setelah Turkiye mendukung keanggotaan Swedia di NATO.
Saat ini, Turkiye mengoperasikan sekitar 240 F-16, jumlah terbesar kedua di dunia setelah AS. Masuknya armada baru akan memungkinkan Turkiye memensiunkan jet F-4 lama sembari menunggu pengembangan pesawat tempur buatan sendiri.
Produksi Komponen dan Mesin di Dalam Negeri
Erdogan juga mengajukan izin untuk merakit mesin GE Aerospace F110 dan F404, yang digunakan pada jet tempur AS, pesawat tempur Turkiye Kaan, serta pesawat latih Hurjet.
Jika disetujui Trump, sejumlah perusahaan elektronik Turkiye diperkirakan akan dilibatkan dalam produksi perangkat lunak dan komponen pesawat, sekaligus membantu memenuhi standar ketat Uni Eropa terkait bahan kimia industri.
Menanti Respons Washington
Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi atas proposal Erdogan. Persetujuan Trump dipandang akan meningkatkan kerja sama pertahanan kedua negara secara signifikan dan memberi dorongan besar pada industri kedirgantaraan Turkiye.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









