Belgia Pertimbangkan Kerahkan Tentara ke Jalanan Brussel untuk Lawan Kekerasan Narkoba

AKURAT.CO Pemerintah Belgia tengah mempertimbangkan langkah ekstrem untuk mengatasi kekerasan narkoba yang kian meresahkan di Brussel. Menteri Keamanan dan Dalam Negeri, Bernard Quintin, mengusulkan pengerahan tentara untuk berpatroli di ibu kota.
“Biasanya tentara menjaga perbatasan atau bertugas di luar negeri. Namun, perang melawan narkoba juga menyangkut perlindungan wilayah kita,” kata Quintin kepada media lokal De Standaard, Sabtu (6/9).
Brussel belakangan diguncang rentetan penembakan terkait narkoba. Jaksa setempat, Julien Moinil, mencatat 57 kasus penembakan sepanjang tahun ini, dengan 20 di antaranya terjadi selama musim panas. Ia bahkan mendapat ancaman dari gembong narkoba hingga harus dilindungi polisi. Moinil sebelumnya meminta tambahan anggaran €10 juta untuk memperkuat keamanan, namun tidak dikabulkan.
Menjelang pembahasan anggaran negara, Menteri Kehakiman Annelies Verlinden ikut mengajukan permintaan tambahan €1 miliar demi memperkuat sektor hukum dan keamanan.
Quintin, yang berasal dari Brussel, menyebut situasi keamanan di kotanya sebagai “bencana”. Ia menilai keberanian kelompok penyelundup narkoba kian tak terkendali. Berdasarkan rencananya, tentara akan ditempatkan bersama polisi dalam tim gabungan untuk berpatroli di titik rawan, termasuk stasiun metro dan kawasan Peterbos di Anderlecht.
Menurut Quintin, keputusan politik untuk pengerahan tentara sudah diambil, tinggal menunggu perumusan detail teknis. Menteri Pertahanan Theo Francken pun mengonfirmasi bahwa kerangka hukum untuk operasi militer di dalam negeri sudah siap dan segera diajukan ke Dewan Menteri.
Namun, rencana ini memunculkan kritik. Politisi Open VLD, Frédéric De Gucht, menilai pemerintah sebaiknya memenuhi dulu permintaan dana €10 juta dari jaksa Brussel ketimbang langsung mengerahkan tentara.
Proposal Quintin disebut sebagai bagian dari rencana besar pemerintah untuk kota-kota besar Belgia, termasuk Antwerpen, Ghent, Liège, Charleroi, dan Mons. Upaya ini juga akan melibatkan peningkatan kamera pengawas.
Langkah tegas ini muncul di tengah kebuntuan politik berkepanjangan di Brussel. Sejak pemilu Juni 2024, wilayah ibu kota belum berhasil membentuk pemerintahan. Pemimpin Partai MR di Brussel, David Leisterh, bahkan menyebut kemungkinan perlu digelarnya pemilu baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa






