AKURAT.CO Konflik antara Thailand dan Kamboja bukan menjadi hal baru dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara.
Salah satu pemicu utamanya adalah sengketa wilayah di sekitar kuil Preah Vihear, situs warisan dunia UNESCO yang menjadi titik panas sejak lama. Meski sempat ada kesepakatan damai, ketegangan kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Fakta Terbaru di Lapangan
Dalam beberapa hari terakhir, laporan dari media internasional menyebutkan adanya baku tembak ringan di dekat perbatasan dua negara.
Tentara dari kedua belah pihak saling menuding melakukan provokasi. Kamboja menyatakan bahwa pihak Thailand melanggar batas wilayah dan menembaki area kuil. Sementara Thailand membantah dan menyebut tembakan tersebut hanya sebagai respons atas provokasi tentara Kamboja.
Baca Juga: Dukung Diplomasi ASEAN, Dasco Apresiasi Langkah PM Malaysia Tengahi Konflik Thailand-Kamboja
Respons Pemerintah Kedua Negara
Pemerintah Thailand melalui juru bicara militernya mengatakan bahwa pasukan mereka tetap berada di posisi bertahan dan tidak berniat memperluas konflik.
Di sisi lain, Kamboja mengadukan insiden tersebut ke ASEAN dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk turun tangan. Kedua negara kini tengah didesak untuk mengadakan pertemuan bilateral secepatnya.
Dampak Terhadap Warga Sipil
Akibat meningkatnya ketegangan, ratusan warga di wilayah perbatasan mulai mengungsi.
Sekolah ditutup dan aktivitas ekonomi terhenti. Banyak warga yang hidup dalam ketakutan karena suara tembakan yang kerap terdengar di malam hari.
Bantuan kemanusiaan mulai dikirimkan oleh organisasi lokal dan internasional.
Peran ASEAN dan Komunitas Internasional
ASEAN sebagai organisasi kawasan berusaha menjadi penengah dalam konflik ini. Malaysia menawarkan diri sebagai tuan rumah pertemuan darurat antarmenteri luar negeri.
Amerika Serikat dan Tiongkok juga menyerukan gencatan senjata dan penyelesaian damai melalui dialog diplomatik.
Potensi Dampak Terhadap Kawasan
Jika tidak segera dikendalikan, konflik ini dapat mengganggu stabilitas kawasan Asia Tenggara. Aktivitas perdagangan lintas batas terganggu dan investor mulai berhati-hati. Indonesia, sebagai salah satu kekuatan ekonomi ASEAN, juga bisa terdampak jika konflik semakin luas.
Harapan untuk Gencatan Senjata
Meskipun situasi masih belum stabil, kedua negara dikabarkan setuju untuk mengirim delegasi diplomatik. Upaya ini diharapkan dapat membuka jalan bagi gencatan senjata dan pembicaraan damai.
Banyak pihak berharap konflik ini tidak meluas dan segera diakhiri secara damai.
Hansel Finnegan (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








