Indonesia Berpeluang Jalin Kemitraan Strategis dengan AS Usai Kemenangan Sementara Donald Trump

AKURAT.CO Pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia, Syaroni Rofii, menyatakan, doktrin politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif memungkinkan negara ini untuk menjalin hubungan erat dengan Amerika Serikat, terutama setelah Donald Trump sementara unggul dalam hitung cepat Pilpres AS.
Syaroni, yang juga merupakan dosen di Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI, menegaskan, prinsip bebas aktif memungkinkan Indonesia menjalin kemitraan tanpa harus terikat atau terpengaruh oleh tekanan politik dari negara mana pun.
"Doktrin politik Indonesia yang bebas aktif memberi ruang bagi Indonesia untuk bekerja sama dengan semua negara termasuk dengan AS," kata Syaroni seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/11/2024).
Baca Juga: Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Baru Kasus Judi Online Libatkan Oknum Pegawai Komdigi
Syaroni memperkirakan, di bawah kepemimpinan Trump, Amerika Serikat akan tetap mengedepankan pendekatan pragmatis, fokus pada kepentingan ekonomi.
Oleh karena itu, Indonesia perlu menyusun strategi yang menguntungkan, terutama dalam mengundang investasi di sektor energi yang sangat dibutuhkan saat ini.
Menurutnya, Indonesia harus mendorong AS untuk memperkuat keterlibatannya dalam kemitraan trans-Pasifik, terutama di bidang investasi yang berkelanjutan.
Selain itu, Syaroni menekankan pentingnya peran AS dalam menjaga stabilitas kawasan Asia-Pasifik, terutama di tengah konflik yang meningkat di Laut China Selatan.
Sebagai kekuatan besar, Amerika Serikat memiliki kontribusi penting untuk menciptakan perdamaian di kawasan tersebut.
Baca Juga: DPR Minta Kejagung Transparan Tangani Kasus Korupsi Mantan Mendag Tom Lembong
"AS sebagai aktor utama memiliki kontribusi bagi stabilitas dan perdamaian di kawasan," ujarnya.
Pemilu AS yang diadakan pada 5 November 2024 mempertemukan dua kandidat utama, yakni Donald Trump dari Partai Republik dan Kamala Harris dari Partai Demokrat.
Berdasarkan hasil quick count hingga Rabu pagi waktu Indonesia, Trump sementara unggul dengan perolehan suara 52,4 persen dibandingkan Harris yang memperoleh 46,3 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo






