Israel Kembali Luncurkan Serangan Besar di Lebanon, Hizbullah Jadi Target!

AKURAT.CO Israel kembali meningkatkan serangan dalam skala besar terhadap militan Hizbullah di Lebanon pada Senin (24/9/2024), hingga menewaskan setidaknya 356 orang dan melukai lebih dari 1.200 lainnya.
Serangan udara besar-besaran dari Israel tersebut menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya perang dengan Hizbullah di kawasan Lebanon.
Dikutip berbagai sumber, Selasa (24/9/2024), pasukan Israel juga mengklaim telah menyerang lebih dari 800 target, sementara dari media Lebanon melaporkan serangan hebat di berbagai wilayah selatan negara itu, dengan tujuan menargetkan Hizbullah.
Di antara korban yang tewas terdapat 24 anak-anak dan 42 perempuan, berdasarkan informasi dari pejabat kesehatan Lebanon.
Baca Juga: Hizbullah Tembakkan 85 Rudal ke Israel, 3 Orang Terluka
Selain itu, militer Israel juga memperingatkan kepada seluruh warga di Lembah Bekaa, wilayah timur Lebanon, untuk menghindari lokasi yang digunakan Hizbullah sebagai gudang senjata karena mereka akan memperluas serangan.
“Kami terus memantau persiapan Hizbullah di lapangan untuk secara proaktif menggagalkan serangan terhadap wilayah Israel, dan kami secara sistematis memperluas serangan kami terhadap Hizbullah,” kata juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga sudah meminta warga Lebanon untuk mempertimbangkan seruan Israel agar segera mengungsi.
Dalam pesan yang direkam, dia mengatakan bahwa warga Lebanon harus menanggapi peringatan ini dengan serius.
Baca Juga: Hizbullah Klaim Serangan Roket ke Pangkalan Israel di Dekat Haifa
“Tolong keluar dari bahaya sekarang. Setelah operasi kami selesai, Anda dapat kembali dengan selamat ke rumah Anda,” kata Netanyahu.
Dengan adanya peringatan tersebut, ribuan orang telah meninggalkan Lebanon selatan sehingga membuat macet jalan raya utama di utara menuju Beirut.
Pada Senin malam, militer Israel juga menyatakan bahwa mereka melakukan serangan yang menarget Beirut, tetapi mereka tidak memberikan detail lebih lanjut.
Sementara Menteri Lebanon, Nasser Yassin, mengatakan ada lebih dari 26.000 orang yang dapat melarikan diri dari kekejaman Israel, yang sudah membuat jumlah korban terus bertambah.
Sebanyak 89 pusat penampungan yang dibangun di sekolah dan tempat lain telah diaktifkan untuk mengelola respons terhadap situasi krisis yang dialami warganya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









