Konflik Memanas: Serangan Israel di Beirut Menewaskan 31 Orang, Termasuk Anak-Anak hingga Pemimpin Senior Hizbullah

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan pada hari Sabtu (21/9/2024) bahwa setidaknya 31 orang tewas dalam serangan udara Israel di pinggiran kota Beirut pada hari Jumat, termasuk tiga anak dan tujuh wanita.
Ini merupakan serangan paling mematikan dalam setahun konflik antara Hizbullah dan Israel.
Hizbullah mengonfirmasi bahwa di antara korban tewas terdapat 16 anggotanya, termasuk pemimpin senior Ibrahim Aqil dan komandan tinggi lainnya, Ahmed Wahbi.
Baca Juga: Kenapa Iran Menahan Peluncur untuk Rudal yang Dikirim ke Rusia?
Serangan ini meningkatkan ketegangan dalam konflik yang sudah berlangsung antara Israel dan kelompok yang didukung Iran tersebut.
Menurut sumber keamanan, serangan itu menghantam sebuah bangunan di sebelah tempat penitipan anak, menyebabkan kerusakan besar.
Dalam pernyataan singkat pada Jumat malam yang disiarkan oleh media Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan tujuan Israel jelas dan tindakannya berbicara sendiri.
Hingga saat ini, setidaknya 23 orang masih dinyatakan hilang, dengan ribuan orang terluka akibat serangkaian serangan sebelumnya.
Baca Juga: Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 30: Manusia sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Serangan tersebut merupakan bagian dari fase baru perang yang diluncurkan Israel di perbatasan utara, yang diumumkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.
Lebih dari 70 orang telah tewas di Lebanon dalam sepekan terakhir, membuat jumlah korban tewas sejak Oktober melampaui 740 orang.
Konflik saat ini antara Israel dan Hizbullah adalah yang terburuk sejak mereka berperang habis-habisan pada tahun 2006.
Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine-Hennis Plasschaert, mengatakan bahwa serangan di daerah padat penduduk di pinggiran selatan Beirut merupakan bagian dari "siklus kekerasan yang sangat berbahaya dengan konsekuensi yang menghancurkan. Ini harus dihentikan sekarang."
Meskipun konflik saat ini sebagian besar terbatas pada wilayah di atau dekat perbatasan, eskalasi minggu ini telah meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat meluas dan semakin intensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








