Rudal Hipersonik Houthi Gagal Dihancurkan, Netanyahu Berjanji Akan Balas Dendam

AKURAT.CO Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Israel akan memberikan "harga yang berat" kepada Houthi setelah kelompok tersebut berhasil meluncurkan rudal yang mencapai Israel pada Minggu lalu.
Ini adalah pertama kalinya rudal Houthi mencapai wilayah tengah Israel.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengatakan bahwa kelompok tersebut meluncurkan rudal balistik hipersonik baru yang menempuh jarak 2.040 km hanya dalam 11,5 menit.
Baca Juga: Viral! Fakta Terbaru Sosok Ryan Wesley Routh Tersangka Penembakan Lapangan Golf Trump
Seorang pejabat militer Israel mengatakan rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, meski tidak sepenuhnya dihancurkan, melainkan terfragmentasi di udara.
Sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv dan seluruh wilayah tengah Israel tepat sebelum pukul 06:35 waktu setempat (0335 GMT), memaksa warga berlarian mencari perlindungan.
Dentuman keras terdengar saat pecahan rudal jatuh di area terbuka, termasuk di ladang dan dekat stasiun kereta.
Meski tidak ada korban langsung, sembilan orang mengalami luka ringan saat berusaha berlindung, dilaporkan adanya asap yang membubung di area terbuka di Israel tengah.
Dalam pertemuan kabinet mingguan, Netanyahu memperingatkan bahwa Houthi akan membayar mahal atas serangan tersebut.
"Siapa pun yang membutuhkan pengingat dipersilakan untuk melihat pelabuhan Hodeida," kata Netanyahu dikutip Senin (16/9/2024), merujuk pada serangan udara Israel ke Yaman pada Juli lalu sebagai balasan atas serangan drone Houthi yang mengenai Tel Aviv.
Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Man City Bertahan di Puncak, Liverpool Turun ke Posisi 4
Sejak perang Gaza dimulai dengan serangan Hamas pada bulan Oktober, Houthi telah berulang kali meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina.
Serangan drone pertama Houthi yang mengenai Tel Aviv pada Juli lalu menewaskan seorang pria dan melukai empat lainnya. I
Israel kemudian membalas dengan serangan udara ke target militer Houthi di dekat pelabuhan Hodeida, yang menewaskan enam orang dan melukai 80 lainnya.
Baca Juga: Utang AS Menggunung, Elon Musk: di Ambang Kebangkrutan
Sebelumnya, rudal Houthi tidak pernah menembus jauh ke wilayah udara Israel, dengan satu-satunya laporan mengenai rudal yang mengenai wilayah Israel terjadi di dekat pelabuhan Laut Merah Eilat pada bulan Maret.
Sarea, juru bicara Houthi, memperingatkan bahwa Israel akan menghadapi lebih banyak serangan di masa depan, terutama menjelang peringatan pertama serangan 7 Oktober, sebagai respons atas agresi Israel di kota Hodeida.
Nasruddin Amer, wakil kepala kantor media Houthi, mengatakan dalam sebuah posting di X bahwa rudal tersebut mencapai Israel setelah "20 rudal gagal mencegatnya," menyebutnya sebagai "awal dari serangan yang lebih besar."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









