Netanyahu: Kesepakatan Gaza Harus Memungkinkan Israel Lanjutkan Pertempuran hingga Tercapainya Tujuan Perang

AKURAT.CO Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan setiap kesepakatan gencatan senjata Gaza harus mengizinkan Israel untuk melanjutkan pertempuran hingga tujuannya tercapai.
Di sisi lain, pembicaraan mengenai rencana AS yang ditujukan untuk mengakhiri perang sembilan bulan di Gaza diperkirakan akan dimulai kembali.
Lima hari setelah Hamas menerima bagian penting dari rencana tersebut, dua pejabat dari kelompok militan Palestina mengatakan mereka sedang menunggu tanggapan Israel terhadap proposal terbarunya.
Netanyahu dijadwalkan mengadakan konsultasi pada malam tadi mengenai langkah selanjutnya dalam merundingkan rencana tiga fase yang disajikan pada bulan Mei oleh Presiden AS Joe Biden dan dimediasi oleh Qatar dan Mesir.
Tujuannya adalah untuk mengakhiri perang dan membebaskan sekitar 120 sandera Israel yang ditawan di Gaza.
Hamas telah mencabut tuntutan utama agar Israel terlebih dahulu berkomitmen pada gencatan senjata permanen sebelum menandatangani perjanjian. Sebaliknya, Hamas mengatakan akan mengizinkan negosiasi untuk mencapainya selama fase pertama yang berlangsung selama enam minggu.
Namun Netanyahu mengatakan bahwa ia bersikeras kesepakatan itu tidak boleh menghalangi Israel untuk melanjutkan pertempuran hingga tujuan perangnya tercapai. Tujuan tersebut ditetapkan pada awal perang sebagai pembongkaran kemampuan militer dan pemerintahan Hamas, serta pemulangan para sandera.
"Rencana yang telah disetujui oleh Israel dan disambut baik oleh Presiden Biden akan memungkinkan Israel untuk memulangkan sandera tanpa melanggar tujuan perang lainnya," kata Netanyahu, dikutip Senin (8/7/2024).
Kesepakatan itu, katanya, juga harus melarang penyelundupan senjata ke Hamas melalui perbatasan Gaza-Mesir dan tidak boleh mengizinkan ribuan militan bersenjata kembali ke Gaza utara.
Baca Juga: 15 Link Twibbon MPLS 2024 yang Mudah Digunakan, Cocok untuk SD, SMP, dan SMA/SMK
Diketahui, Direktur Badan Intelijen Pusat AS, William Burns akan bertemu dengan Perdana Menteri Qatar dan kepala intelijen Israel dan Mesir pada hari Rabu lusa nanti di Doha.
Pertempuran di Gaza tidak kunjung mereda, di mana pada Minggu malam militer Israel kembali mengeluarkan perintah kepada penduduk dan keluarga pengungsi di beberapa distrik di Kota Gaza untuk meninggalkan rumah mereka.
Beberapa penduduk mengatakan mereka terkejut dengan suara tembakan tank dan tembakan dari pesawat nirawak Israel, karena beberapa berhasil melarikan diri dan yang lainnya terjebak di rumah.
"Ini adalah keenam kalinya kami mengungsi, kami tidak tahu harus ke mana. Sejujurnya, saya tidak tahu. Saya punya gedung tiga lantai dan sekarang gedung itu terkena serangan, saya baru saja mendapat kabar," kata seorang perempuan pengungsi yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada Reuters di Kota Gaza.
"Suami saya diamputasi dan dia terjebak di Shejaiya. Kami belum mendengar kabar apa pun tentangnya," katanya.
Baca Juga: Jawaban Raffi Ahmad Soal Nagita Slavina Bakal Diusung PKB
Pejabat kesehatan Palestina kemudian mengatakan serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di Jabalia di tepi utara Jalur Gaza telah menewaskan sedikitnya 10 orang, dengan banyak yang terluka dan lainnya masih hilang.
Pembicaraan baru ini menyusul upaya yang gagal selama berbulan-bulan untuk mencapai gencatan senjata dalam negosiasi yang terputus-putus dan beberapa kali tidak membuahkan hasil setelah Washington mengatakan kesepakatan sudah dekat.
Baca Juga: Microsoft Perbarui Desain Word, Excel dan PowerPoint di Web
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







