Pemimpin Hamas Pertimbangkan Proposal Gencatan Senjata Tiga Tahap, Apa Saja?

AKURAT.CO Hamas mengumumkan bahwa mereka sedang mempertimbangkan proposal gencatan senjata tiga tahap.
Dikutip dari Reuters, Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, menyatakan telah menerima proposal tersebut, yang merupakan rancangan perdamaian yang dimediasi Qatar dan disepakati di Paris, Prancis.
Haniyeh menekankan keterbukaan Hamas untuk mendiskusikan inisiatif atau ide apa pun yang dianggap serius dan praktis, selama itu dapat mengarah pada penghentian agresi secara menyeluruh.
Hamas juga menyatakan bahwa rencana tersebut harus memastikan penarikan penuh pasukan pendudukan dari Jalur Gaza.
Pimpinan kelompok tersebut mengungkapkan bahwa mereka telah diundang ke Kairo, Mesir, untuk mencapai visi terpadu dalam perjanjian kerangka kerja tersebut.
Hamas menyebutkan bahwa proposal ini melibatkan tiga tahap dan telah dikirimkan ke Gaza untuk meminta pandangan dari para pemimpin Hamas.
Tahap pertama rencana ini akan mencakup penghentian pertempuran dan pembebasan sandera, terutama lansia, perempuan sipil, dan anak-anak.
Selanjutnya, akan dilakukan pengiriman makanan dan obat-obatan dalam jumlah besar ke Gaza yang sedang mengalami krisis kemanusiaan.
Tahap kedua melibatkan pembebasan tentara perempuan Israel dan peningkatan pengiriman bantuan serta pemulihan layanan utilitas di Gaza.
Sementara tahap ketiga mencakup pembebasan jenazah tentara Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.
Pernyataan Hamas menegaskan bahwa pada tahap kedua, pembebasan anggota militer laki-laki Israel juga akan terjadi, dan operasi militer di kedua belah pihak akan dihentikan selama tiga tahap tersebut.
Jumlah tahanan Palestina yang akan dibebaskan akan ditentukan melalui proses negosiasi di setiap tahap, dengan Israel bersedia membebaskan mereka yang menjalani hukuman berat.
Tujuan akhir dari pendekatan ini adalah mengakhiri perang dan membebaskan tentara laki-laki yang ditawan di Gaza sebagai imbalan atas pembebasan tambahan tahanan Palestina yang ditahan di penjara oleh Israel.
Jika Hamas menyetujui kerangka kerja ini, diperlukan beberapa hari atau berminggu-minggu untuk menyelesaikan rincian logistik gencatan senjata dan pembebasan sandera serta tahanan.
Meskipun demikian, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan terus melanjutkan perang di Gaza hingga mencapai kemenangan mutlak atas Hamas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa








