Akurat Logo

Doa Hari Rabu, agar Rezeki Selalu Lancar dan Berkah

Lufaefi | 8 Oktober 2026, 05:28 WIB
Doa Hari Rabu, agar Rezeki Selalu Lancar dan Berkah
Doa Meminta Rezeki - Dok. Istimewa

AKURAT.CO Hari Rabu sering dianggap sebagai hari biasa dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, tidak ada salahnya menjadikan setiap hari sebagai momentum untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Termasuk memohon agar rezeki yang diperoleh senantiasa lancar, halal, cukup, dan penuh keberkahan.

Dalam Islam, rezeki tidak semata-mata dipahami sebagai banyaknya harta. Kesehatan, keluarga yang harmonis, pekerjaan yang baik, ilmu yang bermanfaat, ketenangan hati, hingga kesempatan melakukan amal kebaikan juga merupakan bentuk rezeki dari Allah SWT.

Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk senantiasa berdoa dan berusaha. Salah satu doa yang dapat diamalkan untuk memohon rezeki adalah:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga aku tidak membutuhkan yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak membutuhkan selain-Mu."

Doa tersebut mengandung permohonan yang sangat penting. Seorang Muslim bukan hanya meminta rezeki yang banyak, tetapi juga memohon agar Allah SWT mencukupkannya dengan rezeki yang halal dan menjauhkannya dari segala sesuatu yang haram.

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Talaq ayat 2–3:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya."

Ayat ini mengajarkan bahwa ketakwaan memiliki hubungan erat dengan pertolongan dan rezeki dari Allah. Namun, ayat tersebut bukan berarti seseorang cukup berdoa tanpa melakukan usaha. Doa dan ikhtiar harus berjalan bersama.

Baca Juga: Viral Parkir Bandung Mahal: Ini Tips Menghindari Praktik Penaikan Harga Sepihak Saat Berwisata dalam Islam

Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang dapat dibaca setiap hari untuk memohon rezeki yang baik. Di antaranya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah).

Doa ini sangat relevan untuk diamalkan pada hari apa pun, termasuk Rabu. Sebab, tidak terdapat ketentuan khusus dalam syariat yang menetapkan bahwa hari Rabu memiliki doa rezeki tertentu yang secara khusus disyariatkan.

Dengan demikian, mengamalkan doa pada hari Rabu boleh dilakukan sebagai bagian dari doa harian, tetapi jangan meyakini bahwa doa tersebut memiliki keutamaan khusus karena hari Rabu jika tidak terdapat dalil yang sahih mengenai hal itu.

Selain berdoa, seorang Muslim juga perlu memperhatikan cara memperoleh rezeki. Rezeki yang berkah bukan hanya dilihat dari jumlahnya, tetapi juga dari sumber dan penggunaannya. Penghasilan yang diperoleh melalui pekerjaan halal, digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, bersedekah, serta membantu sesama diharapkan menjadi rezeki yang membawa keberkahan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 172:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."

Baca Juga: Batasan Euforia Merayakan Kemenangan Sepak Bola dalam Islam

Karena itu, jika ingin rezeki senantiasa lancar dan berkah, jangan hanya berfokus pada banyaknya penghasilan. Perbaiki ikhtiar, jaga kehalalan pekerjaan, perbanyak syukur, bersedekah sesuai kemampuan, dan terus memohon pertolongan Allah SWT.

Hari Rabu pun dapat menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa rezeki adalah ketetapan Allah yang harus dijemput dengan usaha dan doa. Tidak ada hari yang terlalu biasa untuk berdoa, dan tidak ada waktu yang terlalu sederhana untuk bersyukur atas nikmat-Nya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi