Jangan Takut, Doa Ketika Hujan Deras Disertai Petir Serta Angin Kencang

AKURAT.CO Ketika musim hujan tiba, ada beberapa amalan yang bisa dilakukan oleh umat Islam selain memanjatkan doa sehingga bisa mendapatkan pahala serta terlindungi dari petir dan angin kencang.
Amalan dan doa yang dibaca serta dilakukan saat hujan, bukan hanya sekadar sebagai bentuk rasa syukur tetapi juga bertujuan untuk menambah pahala dengan amalan-amalan yang dilakukan selama musim hujan.
Lalu, apa saja amalan yang bisa dilakukan saat hujan? Dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (17/11/2023) simak amalan dan doa yang bisa dilakukan saat turun hujan.
Baca Juga: Cara Meminta Hujan Selain Dengan Sholat Istisqo, Banyak Muslim Tidak Tahu Sehingga Mengabaikan
Amalan yang bisa dilakukan saat hujan
-
Memanjatkan doa saat hujan turun dan setelah hujan reda
Amalan yang pertama kali bisa kamu tunaikan ketika hujan turun adalah membaca doa, begitu pun saat hujan reda juga harus memanjatkan doa.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur, akan keberkahan dan rahmat hujan yang telah Allah berikan. Adapun doa saat hujan turun dan doa setelah hujan reda yaitu sebagai berikut ini:
1. Doa saat hujan turun
اللَّهُمَّ صَيباً نَافِعاً
Allahumma shoyyiban nafi’an
Artinya: “Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari No. 1032).
2. Doa saat hujan reda
Muthirna bi fadhlillahi wa rahmatih.
Artinya: “Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari No. 846 dan Muslim No. 71).
3. Bersyukur
Bersyukur ketika hujan datang menunjukkan rasa terima kasih kita atas rahmat dan nikmat dari Allah SWT. Selain itu, ucapan syukur saat hujan menjadi doa tersendiri agar kebaikan dan keberkahan bisa bertambah.
Dari Aisyah radiyallahu anhu, beliau berkata; “Rasulullah SAW ketika turun hujan, beliau mengucapkan ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’ (Ya Allah turunkanlah hujan pada kamu hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari No. 1032).
4. Berdoa kepada Allah akan segala sesuatu yang diinginkan
Pada saat hujan, seorang muslim bisa memanjatkan doa karena berdoa ketika hujan turun dijamin bakal mustajab (mudah dikabulkan) oleh Allah SWT. Hal ini sudah dijelaskan melalui hadis Rasulullah SAW berikut ini:
“Dua doa yang tidak ditolak; 1) doa ketika azan dan, 2) doa ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi, dikatakan sebagai hadis hasan oleh syaikh Al Albani. Lihat Shahihul Jaami No. 3078).
5. Senantiasa meminta perlindungan serta ingat akan azab Allah
Ketika hujan turun disertai dengan angin kencang, petir dan banjir. Maka, tunaikan dan ingatlah amalan baik untuk meminta perlindungan kepada Allah, serta mengingat bahwa azab Allah itu nyata.
فَلَمَّا رَأَوْهُ عَارِضًۭا مُّسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ قَالُوا۟ هَـٰذَا عَارِضٌۭ مُّمْطِرُنَا ۚ بَلْ هُوَ مَا ٱسْتَعْجَلْتُم بِهِۦ ۖ رِيحٌۭ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٌۭ ٢٤
Artinya: “Maka ketika melihat azab itu berupa awan yang menuju lembah-lembah mereka, mereka berkata ‘inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.’ (Bukan!) Tetapi itulah azab yang kamu minta agar disegerakan datangnya, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih.” (QS. Al-Ahqaf).
6. Mengambil berkah hujan
Dari Anas bin Malik ra, berkata, “hujan turun membasahi kami (para sahabat) dan Rasulullah SAW, maka Rasulullah membuka bajunya, sehingga hujan mengguyur beliau, lalu kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah untuk apa engkau melalukan hal itu?’ Belau menjawab; “Karena sesungguhnya hujan ini baru Allah SWT ciptakan.” (HR. Muslim No. 898).
7. Tidak mencela hujan
Kemudian amalan yang juga bisa dilakukan saat turun hujan ialah, jangan pernah mencela atau menyesali akan turunnya hujan.
Hal ini sudah dilarang oleh Rasulullah SAW melalui hadisnya serta perintah menjaga ucapan yang dijelaskan dalam Al-Quran.
“Janganlah mencaci maki angin.” (HR. Tirmidzi No. 2252). Berkaitan dengan hadis ini bahwa Allah dan Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk tidak mencaci maki setiap makhluk hidup yang Allah ciptakan, termasuk larangan mencaci maki hujan yang merupakan kehendak dari Allah sebab turunnya.
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌۭ ١٨
Artinya: “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf ayat 18).
Baca Juga: Masuk Musim Penghujan, Berikut Doa Agar Hujan Jadi Berkah Dan Tak Bawa Bencana
Doa saat hujan lebat, petir, dan angin kencang
Selain melakukan amalan-amalan yang disebutkan di atas saat hujan turun, seorang muslim bisa memanjatkan doa berikut ini apabila hujan turun dengan lebat, disertai dengan petir dan angin kencang, adapun doanya yaitu:
1. Doa saat hujan lebat
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظُّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allahumma haawalainaa wa laa ‘alainaa allahumma ‘alal aakami wa jibaali, wadhdhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisysyajari
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari No. 1014).
2. Doa ketika petir saat hujan
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
Subhaanalladzii yusabbihurro’dua bihamdihi wal mala-ikatu min khiifatih
Artinya: “Maha suci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod No. 723).
3. Doa ketika angin kencang saat hujan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهَا
Allaahumma innii as-aluka khorohaa wa a’uudzu bika min syarrihaa
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dari angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya.” (HR. Ibnu Majah 2/1228, dalam Shahih Ibnu Majah 2/305).
Demikianlah amalan sunah yang bisa dilakukan saat turun hujan, dan juga doa-doa yang bisa dipanjatkan ketika hujan turun dengan lebat disertai petir dan angin kencang.
Oleh sebab itu, senantiasa ingat kepada Allah dengan menjalankan sunah-sunah yang telah ditetapkannya.
Raodatuljanah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









