Niat Puasa Arafah dan Tarwiyah Lengkap dengan Tata Cara Serta Keutamaannya

AKURAT.CO Pada bulan Dzulhijjah dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, seperti puasa mulai dari tanggal satu hingga sembilan Dzulhijjah.
Di antara rangkaian puasa sunnah tersebut, terdapat Puasa Tarwiyah yang dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Pada tahun ini, Puasa Tarwiyah jatuh pada Sabtu (15/6/2024), sementara Puasa Arafah jatuh pada Minggu (16/6/2024).
Puasa ini dilakukan saat jamaah haji berkumpul di Padang Arafah. Puasa dua hari tersebut disarankan hanya bagi mereka yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.
Sehubungan dengan itu, ketahui berikut niat puasa tarwiyah dan arafah lengkap dengan tata cara serta keutamaannya.
Baca Juga: Australia Terbuka: 3 dari 5 Wakil Indonesia ke Semifinal, Ester Menangi Perang Saudara Lawan Komang
Niat puasa tarwiyah (Tanggal 8 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”
Niat puasa arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala.”
Tata cara puasa tarwiyah dan arafah
Menurut Zainal Abidin dalam bukunya Belajar Sendiri Semua Jenis Shalat, puasa pada awal Dzulhijjah seperti Tarwiyah dan Arafah dianggap sama dengan puasa lainnya.
Awalnya, puasa dimulai dengan membaca niat yang dapat diucapkan secara lisan atau dalam hati oleh seorang muslim karena keduanya diterima.
Seperti puasa yang lain, hal-hal yang membatalkan puasa ini juga sama, tanpa terkecuali.
Perbedaannya terletak pada status hukumnya; jika puasa ini ditinggalkan setelah dimulai, tidak ada kewajiban untuk menggantinya di lain hari karena ini adalah puasa sunnah.
Keutamaan puasa tarwiyah dan arafah
Dikutip dari NU Online, Khoirul Anam dalam tulisannya yang berjudul Puasa Tarwiyah dan Arafah, terdapat salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah, Rasulullah bersabda:
Artinya: "Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas." (HR Muslim).
Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun.
Meskipun hadits ini dianggap dhaif (kurang kuat riwayatnya), para ulama tetap memperbolehkan mengamalkannya dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), karena hadits ini tidak berkaitan dengan masalah akidah dan hukum. Terlebih lagi, hari-hari pada sepersepuluh bulan Dzulhijjah adalah hari-hari yang istimewa.
Puasa Arafah dan Tarwiyah sangat dianjurkan untuk turut merasakan nikmat yang dirasakan oleh para jamaah haji yang sedang beribadah di Tanah Suci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









