Menteri PPPA Sapa Korban Gempa NTT, Pastikan Perempuan dan Anak Terlindungi di Pengungsian

AKURAT.CO Kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan dalam penanganan perempuan dan anak di lokasi pengungsian korban gempa Nusa Tengara Timur (NTT).
Untuk itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, membangun kemitraan dengan organisasi masyarakat peduli perempuan dan anak, organisasi keagamaan perempuan, dan dunia usaha sahabat perempuan dan anak.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya berupa bantuan logistik, namun juga menjangkau kebutuhan bayi dan balita, pangan yang sesuai, perlengkapan kebersihan, dukungan psikososial, serta kebutuhan perlindungan lainnya.
"Seperti yang dipesankan bapak presiden, bahwa ayo bersama-sama kita memberikan dukungan dan menolong saudara-saudara kita yang ada di NTT. Tentunya kami ingin memberikan support, semangat, dan mendoakan. Bahwa kita adalah satu keluarga besar yang punya cinta untuk sesama warga negara Indonesia. Jadi, ayo bersama-sama kita bantu semampu kita," jelas Arifah, dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan, dalam situasi bencana, Kementerian PPPA berperan sebagai koordinator Sub Klaster Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Berbasis Gender dan Pemberdayaan Perempuan (Sub Klaster PPKBGPP).
Baca Juga: DPR Minta Pemda Data Rumah Nakes yang Rusak Akibat Gempa NTT
Upaya yang dilakukan mencakup percepatan penyediaan ruang aman dan layanan psikososial, melalui aktivasi Pos SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak), pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, penguatan pendataan kelompok rentan, serta konsolidasi dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha, NGO/LSM, dan masyarakat.
Karena itu, perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama.
"Dalam kondisi bencana, kita tidak hanya memastikan mereka mendapatkan bantuan, tetapi juga memastikan mereka berada dalam lingkungan yang aman, terlindungi dari kekerasan, dan mendapatkan akses terhadap layanan yang mereka butuhkan," ujar Arifah.
Sebelumnya, Arifah dan jajaran mengunjungi perempuan dan anak korban gempa di Kabupaten Manggarai, NTT, Selasa (25/8/2026).
Didampingi psikolog anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto, Arifah melihat kondisi korban. Sekaligus memastikan perempuan dan anak mendapatkan perlindungan, serta pemenuhan kebutuhan yang layak selama berada di lokasi pengungsian.
Baca Juga: Dukcapil Terbitkan 358 Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Gempa NTT
Dalam kunjungan tersebut, Arifah bersama Kak Seto menyapa dan menghibur anak-anak terdampak gempa di sejumlah titik, di antaranya SLB Ruteng, SDI Konggang, pengungsian mandiri di Desa Poco Mal, SD Inpres Robo dan Rumah Sakit St. Rafael Cancar.
Selain menyapa, Arifah juga memberikan bingkisan kepada para korban berupa makanan ringan dan mainan.
"Kita bersama para mitra mengunjungi untuk menyapa para korban gempa di Kabupaten Manggarai. Kami juga ingin menghibur dan memberikan semangat kepada anak-anak dan perempuan yang terdampak, sekaligus melihat secara langsung kondisi mereka selama berada di lokasi pengungsian," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









