Karhutla Kalimantan Meluas, Puan Minta Pemerintah Perkuat Pemadaman

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah segera mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas, terutama di sejumlah wilayah Kalimantan.
Puan menegaskan upaya pemadaman harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Lonjakan titik panas Karhutla harus diperlakukan sebagai situasi yang membutuhkan intervensi cepat. Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan laporan terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik panas (hotspot) di Kalimantan paling banyak terdeteksi di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik.
Selanjutnya, terdapat 560 titik di Kalimantan Barat, masing-masing 74 titik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, serta tiga titik di Kalimantan Utara.
Menurut Puan, meluasnya karhutla telah menimbulkan berbagai dampak, mulai dari penurunan kualitas udara hingga level berbahaya, meningkatnya risiko gangguan pernapasan, terganggunya aktivitas masyarakat dan kegiatan sekolah, hingga kerusakan habitat satwa.
Puan meminta pemerintah menetapkan zona operasi prioritas berdasarkan sejumlah indikator, antara lain kemunculan titik panas secara berulang, kondisi lahan gambut, tingkat kekeringan, arah angin, kedekatan dengan permukiman, serta kemampuan daerah dalam melakukan pemadaman.
“Daerah dengan risiko tertinggi harus mendapat tambahan personel, pompa, kendaraan tangki, sumber air, serta dukungan udara untuk pemadaman,” tuturnya.
Dia juga meminta pemerintah pusat memberikan dukungan tambahan bagi daerah yang kewalahan menangani karhutla.
Menurut Puan, pemantauan kondisi secara real time diperlukan untuk mengetahui wilayah yang membutuhkan intervensi lebih besar.
“Pemerintah pusat harus dapat melihat secara real time daerah mana yang lambat merespons dan langsung mengambil alih dukungan jika kapasitas daerah tidak memadai,” ungkapnya.
Selain memperkuat pemadaman darat, Puan mendorong operasi udara difokuskan pada wilayah yang sulit dijangkau.
Dia juga meminta keselamatan petugas menjadi perhatian dengan memastikan ketersediaan perlengkapan pelindung yang memadai.
“Termasuk bagi petugas di lapangan agar diberikan perlengkapan yang memadai dan kebutuhan alat pelindung diri serta safety tools seperti baju tahan api, helm khusus, kacamata pelindung, masker respirator, sarung tangan tahan panas, serta sepatu bot lapangan,” paparnya.
“Ini untuk melindungi petugas dari kobaran api, panas ekstrem, dan asap pekat di lapangan. Kondisi Karhutla di Kalimantan sudah sangat mengkhawatirkan sehingga intervensi pemadaman titik api harus cepat dilakukan, dan dengan cara efektif,” lanjut Puan.
Baca Juga: Kalimantan Kembali Dilanda Karhutla, DPR: Jangan Tunggu Api Membesar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










