Korban Meninggal Gempa di NTT Capai 71 Jiwa, BNPB: 398 Ton Bantuan Telah Disalurkan

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 71 jiwa hingga Rabu (19/8/2026).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan satu korban meninggal dunia bertambah dari Kabupaten Nagekeo.
“Berdasarkan pemutakhiran data per Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 71 jiwa. Penambahan satu korban meninggal berada di wilayah Kabupaten Nagekeo,” kata Berton dalam keterangan tertulis BNPB, Rabu (19/8/2026).
Selain korban meninggal, BNPB mencatat sebanyak 59.647 warga masih mengungsi. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 20.333 jiwa.
Berton mengatakan penanganan pengungsi masih menjadi fokus utama pemerintah dan BNPB.
Sebagian masyarakat memilih tetap berada di lokasi pengungsian karena kondisi bangunan yang rusak serta kekhawatiran terhadap gempa susulan.
“Penanganan pengungsi masih menjadi fokus utama karena sebagian masyarakat memilih untuk tidak kembali ke rumah akibat kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran terhadap gempa susulan,” ujarnya.
Menurut Berton, pemerintah daerah bersama BNPB terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi. Kebutuhan tersebut mencakup makanan dan air bersih, tenda, matras dan selimut, layanan kesehatan, sanitasi dan kebersihan.
Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Berton menjelaskan, penanganan pengungsi tidak hanya dilakukan di satu lokasi terpusat. Sebab, masyarakat terdampak tersebar di sejumlah titik, termasuk lokasi pengungsian mandiri.
Karena itu, pendataan dan distribusi bantuan dilakukan secara bertahap agar dapat menjangkau seluruh lokasi yang membutuhkan.
“Pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat posko dan satuan tugas sehingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat tercatat dan ditangani secara tepat sasaran,” katanya.
Baca Juga: Dari Karachi ke Indonesia, Mimpi Anak-anak Pakistan di Garuda International Cup 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








