Fasilitas Pengelolaan Sampah Belum Optimal, DLH Jakarta Harus Segera Susun Road Map

AKURAT.CO Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta harus segera menyusun road map atau peta jalan penanganan sampah dari program jangka pendek, menengah, hingga panjang. Sebab, pengelolaan sampah di Jakarta belum optimal meski sejumlah fasilitas telah beroperasi.
"Terhadap kondisi sampah di Jakarta sudah dijelaskan juga berbagai pengelolaan yang berjalan, tapi memang masih kurang," kata Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Menurut dia, penyusunan road map diperlukan agar penanganan sampah di Jakarta memiliki arah yang jelas dan terukur, termasuk target capaian pada setiap tahapan program.
Baca Juga: Jangan Cuma Wacana, Jakarta Butuh Fasilitas Pengolahan Sampah Modern
Komisi D DPRD Jakarta juga menyoroti pentingnya optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), termasuk pengolahan sampah organik menjadi produk turunan seperti bubur kompos sebelum didistribusikan kepada pihak penerima atau off taker.
Yuke menilai, sejumlah fasilitas pengelolaan sampah yang dimiliki Pemprov Jakarta saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Fasilitas tersebut meliputi TPS 3R, RDF Rorotan, TPST Bantargebang, hingga Jakarta Recycle Center.
"Yang menjadi perhatian kami adalah setelah dipilah, diangkutnya seperti apa dan penampungan akhirnya di mana. Ini harus dipastikan berkelanjutan," katanya.
Dia menegaskan, persoalan sampah di Jakarta tidak hanya berkaitan dengan proses pengangkutan, tetapi juga menyangkut keterbatasan kapasitas tempat penampungan akhir. Karena itu, menurutnya, sistem pengelolaan harus dibangun secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Jangan sampai masyarakat tidak tahu masalahnya, tapi yang terlihat sampah tidak terangkut. Padahal persoalannya ada pada keterbatasan tempat penampungan akhir," tegasnya.
Komisi D DPRD Jakarta menargetkan adanya perubahan signifikan dalam penanganan sampah pada Agustus mendatang. Salah satu fokusnya ialah memastikan pemerintah daerah memiliki strategi jangka panjang yang konkret dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pembatasan Sampah ke TPST Bantargebang Perlu Langkah Terukur dan Realistis
"Targetnya per Agustus sudah ada perubahan signifikan. Kita juga ingin ada road map penanganan sampah jangka panjang, seperti halnya penanganan banjir," ucapnya.
Selain itu, penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah semata. Persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta dukungan anggaran yang memadai, agar seluruh program pengelolaan sampah dapat berjalan optimal.
"Penanganan sampah ini urusan bersama dan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







