CFD di Rasuna Said Harus Dibarengi Solusi Kemacetan dan Tata Kelola Kota

AKURAT.CO Pemilihan koridor Jalan H.R. Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus lokasi baru Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD), mencerminkan wajah Jakarta menuju kota global.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta diingatkan agar pelaksanaan CFD di kawasan tersebut tidak hanya bersifat seremonial tanpa dibarengi penyelesaian persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
"Jangan sampai Rasuna Said dibuat cantik satu hari untuk seremoni, tapi setelah itu warga tetap menghadapi masalah lama," kata Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jakarta, Kevin Wu, Jumat (8/5/2026).
Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026, CFD di Sudirman Dimulai Lebih Pagi Pukul 05.30 WIB
Dia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam pelaksanaan CFD di koridor Rasuna Said. Menurutnya, pembagian tugas dan tanggung jawab harus disusun secara jelas agar evaluasi kebijakan dapat berjalan optimal.
"Harus jelas siapa melakukan apa, siapa bertanggung jawab, dan bagaimana evaluasinya," ucap Kevin.
Kevin juga meminta Pemerintah Provinsi Jakarta melakukan simulasi dan pemetaan sebelum CFD diterapkan secara rutin di kawasan tersebut. Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain potensi kemacetan, kerumunan massa, parkir liar, hingga jalur evakuasi.
Baca Juga: CFD di Rasuna Said Digelar 10 Mei 2026, Dishub Jakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
"Sebelum diterapkan rutin, harus ada simulasi, pemetaan titik rawan macet, titik rawan kerumunan, potensi parkir liar, jalur evakuasi, pengaturan pedagang, dan mekanisme pengaduan warga secara real time," jelasnya.
Menurut Kevin, konsep kota global tidak hanya ditunjukkan melalui penataan kawasan, tetapi juga melalui kualitas pelayanan publik dan kenyamanan warga dalam beraktivitas.
"Jakarta kota global adalah ketika warga bisa berjalan kaki dengan aman, menggunakan transportasi publik dengan nyaman, berolahraga di ruang publik secara tertib, serta mendapatkan pelayanan pemerintah yang cepat dan manusiawi," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 8Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik






