Akses Pangan Bersubsidi di Jakarta Masih Bermasalah

AKURAT.CO Ketersediaan pangan bersubsidi di Jakarta dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli, menyoroti masih terdapat kendala akses bagi warga yang seharusnya berhak menerima bantuan sosial (bansos).
Menurutnya, persoalan utama bukan hanya pada ketersediaan tetapi pada sistem distribusi yang belum berjalan optimal. Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan bantuan pangan bersubsidi.
Ia berharap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Pangan dapat menjadi solusi konkret untuk memperbaiki tata kelola distribusi. Regulasi ini diharapkan mampu memastikan bantuan pangan tersalurkan lebih tepat sasaran dan merata.
"Mudah-mudahan dengan adanya perda ini, pangan bersubsidi tertangani, paling tidak bisa terkendali. Sistemnya bisa lebih mulus dan lebih baik diterima oleh masyarakat," kata Taufik, di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: DPRD Jakarta Bahas Raperda Air Minum, Akses Warga Jadi Sorotan Utama
Selain menyoroti distribusi, Taufik juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem urban farming di Jakarta. Ia menilai potensi pertanian perkotaan masih belum maksimal akibat lemahnya pembinaan dan terbatasnya akses pemasaran.
Kondisi tersebut membuat hasil produksi urban farming tidak terserap secara optimal di pasar. Padahal, jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di ibu kota.
Taufik mendorong agar Ranperda Penyelenggaraan Sistem Pangan turut mengatur skema penyerapan hasil produksi lokal. Dengan begitu, produk dari pelaku urban farming dapat tersalurkan secara maksimal dan berkelanjutan.
"Alangkah baiknya ketika Perda ini dapat mengatur bahwa kita juga bisa melakukan sendiri produksi pangan kita," ujarnya.
Taufik menambahkan, penguatan sektor ini tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat.
Baca Juga: Pramono Pangkas Perjalanan Dinas dan Kendaraan Jabatan ASN Pemprov Jakarta
"Jadi, mereka (pelaku urban farming) tercerahkan atau maju. Dan kemudian kita juga bisa memanfaatkan hal tersebut," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








